SP Logo
Selamat datang Tamu   |   
Rabu, 29 Maret 2017
BS logo

60% Reksa Dana Saham Outperform IHSG
Rabu, 13 Maret 2013 | 16:52

Ilustrasi IHSG [antara] Ilustrasi IHSG [antara]

[JAKARTA] Selama periode akhir tahun 2013 hingga 8 Maret kemarin tercatat hanya ada 60% dari total reksa dana sebanyak 97 yang bisa outperform sesuai indeks harga saham gabungan (IHSG). Tercatat selama periode tersebut IHSG telah mengalami kenaikan sebanyak 12,92% dari 4.316,69 ke level 4.874,50.

"Dari reksa dana yang berjumlah hampir 100 itu, 60 persennya mengalahkan (kenaikan, Red) IHSG," ujar Direktur CIMB Principal Asset Management Fajar Rachman Hidajat dalam "CIMB-Principal Asset Management Education Program" di Jakarta, Rabu (13/3).

Pada tiga tahun terakhir hanya 19% dari semua reksa dana saham yang dapat outperform IHSG. "Kalau tahun 2012 ada 25 reksa dana yang kalahkan kenaikan IHSG. Setiap tahun ada reksa dana saham baru jadi kompetisinya semakin tinggi," imbuh ia.

Adapun, jumlah reksa dana saham yang dibuat telah tumbuh 340% pada 10 tahun terakhir. Sekarang ada 97 reksadana saham dengan 20 manajer investasi yang berbeda. "Jumlah reksadana saham pertahunnya naik 5-10%. Dari setiap fund manajer pasti punya minimal tiga reksa dana saham," tambahnya.

Sementara, berdasarkan riset yang dilakukan CIMB dari saham-saham dengan market cap Rp 3 triliun dan nilai transaksi harian Rp 1 miliar terlihat bahwa saham yang outperform hanya 10-15% dalam enam tahun terakhir dari total saham yang listing di IHSG.

Lebih lanjut Fajar mengatakan, laju IHSG kedepannya masih mempunyai ruang yang cukup luas untuk menguat. Pasalnya, di Indonesia kapitalisasi pasar terhadap GDP baru 44% sedangkan di negara maju sudah mencapai 90-100%. Di mana, seiring kenaikan kelas menengah, maka potensi kenaikannya akan semakin besar potensinya.

Reksa dana saham, jelasnya juga akan makin menarik mengingat tingkat pengembalian yang relatif lebih tinggi dibandingkan deposito dan obligasi. "Dibandingkan RDPT dan obligasi, saham akan menarik kedepannya karena bisa mengalahkan inflasi," tegasnya.

Terbukti dana kelolaan (AUM) reksa dana saham tahun 2012 lalu mengalami kenaikan
signifikan menjadi Rp 68,38 triliun dari 2007 Rp 35,95 triliun. Penambahan fund equity selama tahun 2012 ada 19, 2011 ada 15, 2010 ada 5, 2009 tidak ada karena krisis finansial, 2008 ada 16, dan 2007 ada 18 unit. "Jumlah reksadana berdasarkan kategori untuk data tahun 2012, yakni umum 56, style 37, dan sektoral 13," jelasnya.

Melihat potensi kenaikan reksa dana saham, Fajar mengatakan, CIMB Principal Asset Management akan mengeluarkan produk reksadana saham yang berbasis sektoral khususnya infrastruktur dan konsumsi, yakni CIMB-Principal Indo Domestic Equity Fund.

Menurut ia, kedua sektor tersebut masih menarik kedepan. Apalagi sektor infrastruktur dan konsumsi yang bersifat domestik dinilai memiliki volatilitas rendah dan mencatatkan pertumbuhan kinerja keuangan yang baik.

Adapun, peluncuran produk reksa dana saham ini akan dikeluarkan pada 11 April 2013, mengingat Maret-April IHSG cenderung mengalami pelemahan. "Target dana kelolaan produk reksa dana saham ini di atas Rp 100 miliar secara tahunan. Saat ini sudah ada dana pensiun yang tertarik dengan produk reksa dana tersebut," ungkapnya.

Selain itu, perseroan menargetkan dapat meraih AUM sekitar Rp 3 triliun pada 2013. Saat ini, dana kelolaan sekitar Rp 2,31 triliun. "Dari target dana kelolaan itu, diharapkan Rp 500 miliar dari reksa dana berbasis saham konvensional dan syariah," kata Fajar. [O-2]



Kirim Komentar Anda


Pasang iklan disini via B1 Ads
Data tidak tersedia.
Data tidak tersedia.