SP Logo
Selamat datang Tamu   |   
Kamis, 27 November 2014
BS logo

April 2012, Citilink Berpisah dengan Garuda
Selasa, 31 Januari 2012 | 5:16



[JAKARTA] Maskapai penerbangan berbiaya murah (low-cost carrier)  yang selama ini berada dibawah manajemen PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk, Citilink, mulai April 2012 secara resmi berpisah dengan PT Garuda Indonesia.  

“Pada April nanti, air operator certificate  (AOC) akan didapat Citilink. Kalau ini sudah dapat, dia bisa berdiri sendiri,” kata Direktur Keuangan PT Garuda Indonesia, Elisa Lumbantoruan di kantor Citilink di Jakarta, Senin (30/1).  

Turut hadir dalam acara itu adalah Direktur Angkutan Udara Kementerian Perhubungan Djoko Murjatmodjo,  Vice President Citilink Con Korfiatis,  dan Wakil Presiden Komunikasi PT Garuda Indonesia Pujobroto.   Menurut Korfiatis, ada dua syarat utama Citilink bisa berpisah (spin off) dengan PT Garuda Indoinesia, yakni memperoleh Surat Izin Usaha Angkutan Udara Niaga Berjadwal (SIUAU/NB) dan memiliki AOC.  

Setelah mendapatkan SIUAU/NB, maka Citilink tinggal memproses AOC untuk benar-benar menjadi perusahaan penerbangan mandiri, yang tidak lagi menjadi strategy business unit (SBU) dari Garuda.   Djoko Murjatmodjo mengatakan, pihaknya telah mengeluarkan SIUAU/NB bagi Citilink sejak 27 Januari 2012. ”Kita sudah keluarkan SIUAU/NB. Tinggal AOC, dan pengurusannya paling lama 90 hari. Itu berarti April selesai,” kata dia.  

Korfiatis menjelaskan, AOC merupakan persetujuan yang diberikan oleh otoritas penerbangan nasional untuk memperoleh izin menggunakan pesawat untuk tujuan komersial, dengan cara mengirimkan secara lengkap mengenai personel, aset, dan sistem dari suatu perusahaan pesawat.

Sertifikat itu juga akan mendaftarkan jenis pesawat dan registrasi yang akan digunakan, untuk tujuan apa, dan rute spesifik yang dituju.

Djoko juga memaparkan, hingga kini Citilink telah mengusulkan hingga sebanyak 70 rute domestik dan 16 rute internasional untuk berbagai jenis rute penerbangannya. Elisa Lumbantoruan, mengatakan, hingga Januari 2012, Citilink telah mengoperasikan  sembilan unit pesawat Boeing 737-300 dan Airbus A320. Pada 2012 ini, kata dia, akan dioperasikan 20 pesawat, dimana 11 unit pesawat lain merupakan pesawat sewaan.    

Jumlah penerbangan yang dilakukan oleh Citilink diharapkan dapat mencapai hingga 120-130 per hari, dengan jumlah pesawat mencapai hingga 20 pesawat pada 2012.
Elisa mengatakan, total investasi yang dilakukan pihaknya dalam mencapai tahap spin-off  ini telah sangat besar, yakni dana kas saat ini Rp 435 miliar,  ditambah sembilan buat pesawat tadi.  

“Kalau kita tambahkan dengan sejumlah pesawat, maka modal awal ekuivalen dengan sekitar Rp 1,7 – Rp 1,8 triliun," kata dia.  

Korfiatis menegaskan, walaupun Citilink merupakan penerbangan low-cost carrier, namun tidak akan meninggalkan kebiasaan disiplin dan keselamatan dan kenyamanan penumpang. “Kita utamakan keselamatan dan ketepatan waktu tentunya,” kata dia.  

Ia mengatakan, Citilink sudah menyiapkan 100 pilot menyongsong spin off dengan Garuda nanti. [E-8] 




Kirim Komentar Anda

Silahkan login untuk memberi komentar

Hanya teks dan link yang diperbolehkan.


Komentar Untuk Artikel Ini

Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!