SP Logo
Selamat datang Tamu   |   
Selasa, 21 Oktober 2014
BS logo

Bangun Infrastruktur untuk Selamatkan Rakyat Miskin
Rabu, 21 Maret 2012 | 14:09

Iswahyudi Ashari Iswahyudi Ashari

[JAKARTA]Program bantuan langsung tunai masyarakat (BLSM)  seharusnya digunakan untuk membangun infrastruktur pedesaan, untuk membantu masyarakat miskin. Pembangunan infrastruktur lebih dapat melepaskan rakyat dari kemiskinan dibandingkan memberi uang tunai secara langsung.  

”Membangun infrastruktur pedesaan seperti memberi kail, bukan ikan.  Masyarakat miskin harus dibantu dengan membangun infrastruktur agar tidak terperosok ke dalam jurang kemiskinan yang lebih dalam,” kata Pengamat Ekonomi Iswahyudi Ashari kepada SP. Rabu (21/3)  

Menurut dia,  pemerintah harus menyiapkan  program lanjutan dalam bentuk penciptaan lapangan pekerjaan setelah  pemberian BLSM   berakhir.  Jumlah penduduk yang berhak mendapat bantuan seharusnya sudah lebih akurat, mengingat  pemerintah  memiliki program serupa pada 2005 dan 2008.  

Iswahyudi mengatakan, Pemerintah harus mampu menargetkan sekitar 60 juta penduduk keluar dari garis kemiskinan melalui program pembangunan infrastruktur pedesaan. Mereka terdiri atas penduduk miskin dan hampir miskin yang saat ini mencapai 12% dari populasi.  

Menurut dia,  pembangunan infrastruktur perdesaan  seperti jalan, jembatan, jaringan irigasi, dan waduk merupakan program yang mesti disiapkan pemerintah, bukan membagi-bagikan uang kepada rakyat.   Iswahyudi   mengemukakan,  program pembangunan infrastruktur perdesaan  sebaiknya disinergikan  dengan Masterplan Program Perencanaan Penanggulangan Kemiskinan Indonesia (MP3KI)  sebagai penopang  Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI).  

Dia menjelaskan,  untuk  membiayai pembangunan infrastruktur perdesaan, diperlukan dana  minimal Rp 20 triliun. Pemerintah harus berhemat untuk mendapatkan dana itu. “Bisa dengan melalui pemotongan anggaran perjalanan dinas  yang tahun ini  mencapai Rp 18 triliun,” katanya.  

Sebelumnya,  Menko Perekonomian Hatta Rajasa mengatakan,  pembangunan infrastruktur perdesaan  seperti jalan, jembatan, jaringan irigasi, dan waduk merupakan program yang disiapkan untuk “menyambung”  program pemberian dana bantuan langsung tunai  masyarakat (BLSM).   

“Jadi, setelah BLSM tidak lagi diberikan, masyarakat miskin dan hampir miskin tetap punya penghasilan  karena mereka akan bekerja membangun  jalan, jembatan, irigasi, dan waduk di perdesaan,”   ujar Hatta.  

Program   BLSM  yang dulu disebut bantuan langsung tunai (BLT),  bakal digulirkan selama sembilan bulan, masing-masing kepala keluarga (KK) mendapat  Rp 150 ribu per bulan.  Sebanyak  18,5 juta KK akan menerima BLSM, terdiri atas 30 juta penduduk miskin, 30 juta penduduk hampir miskin, dan 14 juta nelayan.[ID/M-6]         




Kirim Komentar Anda

Silahkan login untuk memberi komentar

Hanya teks dan link yang diperbolehkan.


Komentar Untuk Artikel Ini

Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!



Data tidak tersedia.
Data tidak tersedia.