SP Logo
Selamat datang Tamu   |   
Kamis, 23 Oktober 2014
BS logo

Djan Faridz ‘Bedah’ 100.000 Unit Rumah tidak Layak di 2012
Selasa, 3 Januari 2012 | 10:28

H Djan Faridz [SP/Luther Ulag] H Djan Faridz [SP/Luther Ulag]

[JAKARTA] Kementerian Perumahan Rakyat (Kemenpera) berencana memfasilitasi pembangunan perumahan swadaya untuk 100.000 unit rumah pada tahun 2012. Upaya ini dilakukan mengingat besarnya jumlah kebutuhan Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) untuk memperbaiki rumah tidak layak.

Demikian disampaikan Menteri Perumahan Rakyat, Djan Faridz, kepada pers di Jakarta, baru-baru ini. "Ke depan saya harapkan lokasi pembangunan rumah swadaya harus dibarengi dengan perbaikan sarana umumnya sehingga masyarakat bisa menerima manfaatnya secara maksimal," ujar Djan.

Menpera berharap di tahun 2013  akan datang pemerintah dapat memfasilitasi sekitar 500.000 unit pembangunan rumah swadaya bagi masyarakat berpenghasilan rendah Melalui Bantuan Stimulan Pembangunan Perumahan Swadaya (BSP2S) berupa peningkatan kualitas dan pembangunan baru perumahan swadaya.

"Di 2013 kita harapkan dapat memfasilitasi 500.000 unit pembangunan rumah swadaya," jelasnya. Sebelumnya, sepanjang 2011 Kemenpera berhasil merealisasikan pembangunan 16.550 unit rumah swadaya. Jumlah tersebut melengkapi total pembangunan sejak 2006 menjadi 55.050 unit.

Deputi Bidang Perumahan Swadaya Kemenpera, Jamil Ansari, memaparkan, kelangkaan dan harga lahan yang tinggi masih menjadi kendala utama dalam pengembangan kawasan perumahan dan pemukiman. Hal ini menyebabkan dalam medio 2006 hingga 2010, Kemenpera hanya dapat merealisasikan sekitar 38.500 unit rumah swadaya atau rata-rata hanya 7.700 unit rumah per tahun.

Untuk memfasilitasi dan stimulasi peningkatan kualitas perumahan swadaya tersebut, pemerintah menganggarkan Rp 123,53 miliar. Angka tersebut dengan asumsi biaya pembangunan per satu unit rumah sebesar Rp 10 juta.

Sementara itu, untuk peningkatan kualitas perumahan swadaya yang sudah ada, Kemenpera mengalokasikan Rp 178,69 miliar. Sedangkan untuk prasarana, sarana, dan utilitasnya pemerintah menganggarkan Rp 142,63 miliar. Selain itu, Kemenpera juga memfasilitasi prasertifikasi bagi 5.737 unit rumah. [E-8]  




Kirim Komentar Anda

Silahkan login untuk memberi komentar

Hanya teks dan link yang diperbolehkan.


Komentar Untuk Artikel Ini

Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!