SP Logo
Selamat datang Tamu   |   
Jumat, 31 Oktober 2014
BS logo

Kemenpera Dorong Pembangunan 24 Kota Baru
Rabu, 7 Desember 2011 | 8:11

H Djan Faridz [SP/Luther Ulag] H Djan Faridz [SP/Luther Ulag]

[JAKARTA] Kementerian Perumahan Rakyat (Kemenpera) saat ini sedang mendorong pembangunan kota-kota baru di 24 lokasi di seluruh Indonesia. Untuk itu, pemerintah melalui Kemenpera telah melaksanakan kerjasama dengan berbagai pihak khususnya para pengembang untuk ikut berpartisipasi aktif dalam pembangunan kota-kota baru tersebut mengingat investasi yang dibutuhkan sangat besar.

Demikian dikatakan Menteri Perumahan Rakyat (Menpera), Djan Faridz, saat membuka Rapat Koordinasi Pengembangan Kota Baru Dalam Mendukung Pengembangan Perumahan dan Kawasan Permukiman di Kantor Kemenpera, Jakarta, Selasa (6/12).

Menurut Djan, pembangunan kota-kota baru tersebut dilakukan dengan mengacu rencana pengembangan enam Koridor Ekonomi Master Plan Percepatan dan Perluasan Pengembangan Ekonomi Indonesia (MP3EI) yang telah dicanangkan pemerintah beberapa waktu lalu. “Pemerintah melalui Kemenpera saat ini sedang mendorong pembangunan kota-kota baru di 24 lokasi dengan mengacu pada rencana pengembangan 6 Koridor Ekonomi MP3EI,” kata Djan.

Djan menerangkan, kota metropolitan dan kota besar di Indonesia umumnya berkembang sangat cepat. Pesatnya perkembangan kota ini berdampak pada penurunan kapasitas daya dukung kota yang diindikasikan dengan semakin luasnya permukiman kumuh, menurunnya kualitas lingkungan, munculnya potensi banjir serta kemacetan lalu lintas.

Selain itu, di bidang perumahan dan kawasan permukiman, pesatnya perkembangan kota juga membuat lahan untuk perumahan semakin langka dan harga lahan yang semakin lahan. Dengan demikian, hal itu akan mempersulit masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) untuk memperoleh dan menempati rumah yang layak huni. Untuk itu diperlukan upaya untuk mengurangi tekanan perkembangan ke kota-kota yang telah padat dengan mengembangkan pusat-pusat permukiman baru di daerah pinggiran kota. “Pengembangan kota-kota baru dalam rangka mendukung MP3EI, haruslah direncanakan dalam bentuk kota mandiri yaitu kota yang dilengkapi dengan tempat untuk bekerja. Hal ini penting agar jumlah komuter dapat dikurangi dan tekanan perkembangan ke kota-kota utama juga berkurang,” imbuh Djan.

Kota-kota tersebut harus direncanakan dengan dengan baik dari awal, dimana aspek yang menjadi pemicu pengembangan kawasan kota baru mandiri haruslah dapat diidentifikasi dan dikelola dengan baik. Dalam hal ini, perumahan dan kawasan permukiman sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari sistem kota-kota baru yang akan dikembangka, juga harus didukung oleh prasarana, sarana dan utilitas yang memadai demi terpenuhinya kebutuhan penghuni secara mandiri.

Sementara itu, Deputi Bidang Pengembangan Kawasan, Hazaddin Tende Sitepu, menyatakan, pihaknya telah menjalin kerjasama dengan para pengembang yang tergabung dalam REI untuk mengembangkan kota-kota baru di Indonesia. Dalam penandatanganan perjanjian kerjasama pada tanggal 17 Juni 2011 lalu disepakati bahwa pemerintah dan DPP REI akan mengembangkan sekitar 10 kota baru dan akan disusul 14 kota baru lainnya.  “Kerjasama ini akan diwujudkan pertama kali melalui pembangunan kota baru Maja yang berada di wilayah barat Jabodetabek dan terletak di antara Provinsi Banten dan Jawa Barat,” jelasnya.

Untuk mempercepat pembangunan kota-kota baru tersebut, pemerintah melalui Kemenpera, Bappenas, Kemdagri dan Kementerian PU akan memberikan dukungan antara lain penyusunan regulasi dan program pengembangan kota baru, pembangunan infrastruktur publik, fasilitasi bantuan studi pengembangan bantuan teknis penyusunan master plan, subsidi pembiayaan perumahan melalui FLPP, fasilitasi keringanan PPn dan PPh untuk pembangunan rumah sederhana serta koordinasi kebijakan dan program lintas kementerian dan lembaga serta pemerintah provinsi dan Kabupaten/ Kota untuk kemudahan perijinan dan bantuan program.

Ada pun data-data yang terkait dengan program ini antara lain kesiapan lahan dan rencana pengadaan lahan, target dan besaran pengembangan, gambaran/ kondisi infrastruktur yang ada saat ini, visi dan konsep pengembangan yang akan dituju, kedudukan strategis lokasi khususnya dikaitkan dengan MP3EI, peluang lokasi pembangunan dalam konstelasi regional dan rencana perijinan. “Kami berharap Pemda dan para pengembang di daerah dapat segera melakukan koordinasi di wilayahnya masing-masing untuk menyusun konsep awal pengembangan kota baru. Setelah konsep dasar telah ada Pemda harus segera mengkoordinasikannya ke Kemenpera untuk dapat segera difasilitasi,” harapnya. [E-8]




Kirim Komentar Anda

Silahkan login untuk memberi komentar

Hanya teks dan link yang diperbolehkan.


Komentar Untuk Artikel Ini

Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!