SP Logo
Selamat datang Tamu   |   
Minggu, 26 Oktober 2014
BS logo

Kemnakertrans Cetak 82.000 Lulusan BLK pada 2011
Jumat, 11 Februari 2011 | 10:31

Sekretaris Ditjen Pembinaan Pelatihan dan Produktivitas Tenaga Kerja, Kemenakertrans, Reyna Usman (Foto: SP/Siprianus Edi Hardum)

Sekretaris Ditjen Pembinaan Pelatihan dan Produktivitas Tenaga Kerja, Kemenakertrans, Reyna Usman (Foto: SP/Siprianus Edi Hardum)

[JAKARTA] Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Kemnakertrans) akan mencetak 82.000 orang tenaga kerja terlatih pada tahun 2011. Target ini jauh lebih tinggi dibanding tahun 2010, yang hanya 53.000 tenaga kerja terlatih.

“Tahun sebanyak 80% tenaga kerja terlatih ini terserap di lapangan kerja. Kita berharap, tahun 2011 ini juga demikian,” kata Sekretaris Direktorat Pembinaan Pelatihan dan Produktivitas, Kemnakertrans, Reyna Usman, kepada SP, Jumat (11/2).

Tenaga kerja yang dimaksud, kata Reyna, dilatih dan dididik di Balai Latihan Kerja (BLK) baik BLK yang dikelola pemerintah pusat juga BLK yang dikelola pemerintah daerah.

Ia mengatakan, untuk mencetak 82.000 tenaga kerja terlatih itu pemerintah akan mengeluarkan dana sebesar Rp 786 miliar. Sedangkan tahun 2010, dana untuk ini sebesar Rp 540 miliar.

Menurut Reyna, yang terjadi selama ini adalah pihak BLK sudah bekerja sama dengan pihak perusahaan atau industri. “Banyak perusahaan memesan tenaga kerja yang lulus dari BLK,” kata dia.

Sementara Menakertrans, Muhaimin Iskandar mengatakan, salah satu solusi yang dilakukan untuk meningkatkan jumlah lowongan kerja yang terisi para pencari kerja dapat memenfaatkan keberadaan Balai Latihan Kerja (BLK) untuk meningkatkan keahlian dan keterampilannya sehingga bisa sesuai dengan kualifikasi kebutuhan tenaga kerja di perusahaan.

“Sebelum mendapatkan pekerjaan, pencari kerja  bisa belajar dan berlatih dulu di BLK. Bahkan mereka pun bisa menggunakan Kios 3 in 1 yang memilki fasilitas dan program pendampingan untuk pelatihan, sertifikasi pelatihan dan penempatan kerja, “kata Muhaimin.

Menurut laporan Informasi Pasar Kerja (IPK )yang diterima Kemenakertrans dari Provinsi dan Kabupaten/Kota, sampai saat ini sebanyak 32 persen dari jumlah lowongan kerja yang tersedia ternyata tidak dapat terisi pencari kerja. Sebagian besar disebabkan rendahnya tingkat pendidikan serta tidak sesuainya keahlian dan ketrampilan yang dimiliki pencari kerja dengan kualifikasi yang dibutuhkan perusahaan.

Pada tahun 2010  lowongan kerja terdaftar mencapai 2.381.841 orang, namun penempatan tenaga kerja hanya 1.620.221 orang, ini berarti sebanyak 32 % lowongan kerja di perusahaan-perusahaan tidak dapat terisi.

Muhaimin mengatakan, untuk meningkatkan persentase dan jumlah lowongan kerja yang dapat terisi, pihak Kemenakertrans meminta kepada dinas-dinas tenaga kerja dan pengelola pendidikan tinggi/universitas untuk mengadakan bursa kerja/job fair secara rutin. “Pelaksanaan bursa kerja sangat dibutuhkan untuk mempertemukan  secara langsung antara pencari kerja lulusan pendidikan/universitas yang sedang mencari pekerjaan dengan perusahaan atau pengguna tenaga kerja, “kata Muhaimin. [E-8]




Kirim Komentar Anda

Silahkan login untuk memberi komentar

Hanya teks dan link yang diperbolehkan.


Komentar Untuk Artikel Ini

Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!