SP Logo
Selamat datang Tamu   |   
Kamis, 23 Oktober 2014
BS logo

Mandiri Restrukturisasi Kredit Polyprima
Kamis, 1 Desember 2011 | 13:18

Zulkifli Zaini [google] Zulkifli Zaini [google]

[JAKARTA] Bank Mandiri dan PT Polyprima Karyareksa sepakati restrukturisasi kredit dengan total outstanding pokok kredit sebesar equivalen US$ 144,5 juta.

Direktur Utama Bank Mandiri Zulkifli Zaini mengatakan, Polyprima Karyareksa sebelumnya merupakan debitur bermasalah di Bank Mandiri yang berhenti beroperasi sejak Oktober 2007. Perusahaan penghasil purified terepthalic acid (PTA) dengan kapasitas 450 tibu ton per tahun itu membutuhkan investor yang cukup kuat, baik dari segi keuangan maupun operasional guna mengoperasikan kembali pabrik tersebut.

Jelasnya, restrukturisasi kredit tersebut melibatkan investor strategis, yaitu Indorama Group. Indorama merupakan produsen polyester terbesar di dunia dengan kapasitas produksi 5 juta ton per tahun dengan market share sekitar 6%.

Bank Mandiri menilai Indorama Group merupakan investor strategis yang sangat tepat bagi Polyprima Karyareksa. Sebab, dalam proses produksinya, Indorama membutuhkan PTA hingga mencapai 2,4 juta ton per tahun. Sehingga, disamping mempunyai kapasitas keuangan yang sangat kuat untuk menjamin kontinyuitas operasional pabrik, Indorama dan Polyprima juga inline secara bisnis. 

Masuknya Indorama Group sebagai investor strategis dalam restrukturisasi PT Polyprima Karyareksa akan terjadi sinergi bisnis yang saling menguntungkan. Di mana Indorama Group sebagai produsen polyester terbesar akan mendapat tambahan jaminan pasokan bahan baku utamanya, yaitu PTA, yang menjadi produk PT Polyprima Karyareksa.

“Sinergi tersebut merupakan salah satu jaminan usaha Polyprima Karyareksa akan berjalan baik, dan hutang kepada Bank Mandiri diyakini akan dapat diselesaikan dari hasil operasional usaha. Selain itu, melalui peningkatan aliansi Indorama dengan Polyprima, diharapkan juga akan meningkatkan pendapatan Bank Mandiri, baik pendapatan bunga maupun fee based income,” ujar Zulkifli di Jakarta, Kamis (1/12).

Per 30 September 2011 posisi NPL Bank Mandiri sebesar  0,57% dan diharapkan akan semakin membaik dengan terus dilakukan langkah-langkah restrukturisasi terhadap kredit yang masih bermasalah. [O-2]
 




Kirim Komentar Anda

Silahkan login untuk memberi komentar

Hanya teks dan link yang diperbolehkan.


Komentar Untuk Artikel Ini

Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!