SP Logo
Selamat datang Tamu   |   
Kamis, 27 November 2014
BS logo

Martha Tilaar: TKW Indonesia Berpotensi Jadi Pengusaha
Senin, 9 Mei 2011 | 10:08

Martha Tilaar [SP/Hendro Situmorang] Martha Tilaar [SP/Hendro Situmorang]

[SINGAPURA] Siapa yang tidak mengenal sosok Martha Tilaar, perempuan kelahiran Kebumen, Jawa Tengah, 4 September 1937 itu ternyata pernah menjadi tenaga kerja wanita (TKW) di Amerika 50 tahun lalu. Namun, karena kegigihan dan kerja kerasnya itu, ikon kecantikan wanita Indonesia yang dulunya tomboy itu berhasil mendirikan industri jamu dan kosmetik Martha Tilaar Group yang kini eksis menjadi nyonya rumah di negerinya sendiri, bahkan di negara lain.

Dikatakannya, sebaiknya seseorang jangan jadi pekerja terus, tapi alangkah baiknya bila bisa membuka lapangan kerja. Keberadaan TKW juga diharapkan sebagai laskar perempuan Indonesia yang bisa menjunjung tinggi harkat dan martabat bangsanya.

“Perempuan penting, kata Hillary Clinton di Davos World Economic Forum kemarin. Perempuan itu indah khususnya di Indonesia yang berjumlah 120 juta adalah potensi yang luar biasa untuk Indonesia,” ucap Martha Tilaar seperti dilaporkan wartawan SP dari Singapura, Lona Olavia.

Pada acara Bazaar dan Entrepreunership Day di Grand Hyatt Hotel, Singapura, Minggu (8/5), pemberian bekal pengetahuan, menurut Martha merupakan jalan yang tepat untuk memperbaiki kehidupan dan kesejahteraan keluarga TKW. Dihadapan puluhan TKW yang hadir dalam acara itu, dia menegaskan, sebagai wanita tidak boleh bosan untuk meningkatkan diri. Pasalnya, berinovasi, pro aktif, dan kreatif itu sangat penting buat kehidupan.

Bahkan dikatakannya, seseorang itu jangan pernah menyalahkan keadaaan, melainkan harus pro aktif mencari peluang yang ada di lingkungan. “Jika kamu mau merubah dunia, kamu tidak perlu ngomel, tapi mulai dari sendiri. Jadilah manusia yang  jujur, iman kuat, inovatif, tekun dan ulet,” katanya.

Ditambahkan Martha, sebagai TKW jangan pernah malas untuk terus belajar mengingat pendidikan merupakan hal yang penting sekali, karena tanpa skill maka kita bisa dilakukan seenaknya. Untuk itu, jika dapat kesempatan untuk belajar cobalah untuk mengikutinya dan juga harus pintar dalam mengelola gaji. “Anda (TKW) punya banyak dolar, tolong itu di-manage. Jangan difoya-foya duitnya,” imbuhnya. [O-2]

 




Kirim Komentar Anda

Silahkan login untuk memberi komentar

Hanya teks dan link yang diperbolehkan.


Komentar Untuk Artikel Ini

Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!