SP Logo
Selamat datang Tamu   |   
Sabtu, 25 Oktober 2014
BS logo

Muhaimin : Calon TKI Jangan Berangkat Kalau Belum Siap
Jumat, 16 Desember 2011 | 17:10

Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Muhaimin Iskandar Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Muhaimin Iskandar

[JAKARTA] Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Muhaimin Iskandar, meminta semua Dinas Tenaga Kerja tingkat provinsi dan kabupaten/kota di seluruh Indonesia  agar membenahi sistem penempatan dan perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (TKI).

Muhaimin juga meminta agar Dinas Tenaga Kerja membantu sosialisasi slogan TKI "Jangan berangkat sebelum siap" kepada calon tenaga kerja Indonesia (CTKI), dan keluarga calon TKI. “Sehingga  diharapkan hanya CTKI yang benar-benar siap yang diberangkatkan bekerja ke berbagai negera penempatan,” kata Muhaimin di kantor Bupati Cianjur, Jawa Barat, saat melakukan kunjungan kerja, Jumat (16/12).

Menurut Cak Imin, panggilan akrab Muhaimin, perlindungan dan pembenahan sistem TKI sejak pra, selama, dan purna penempatan harus dilakukan dengan cara memperbaiki proses pendataan dukumen calon TKI (CTKI  di daerah demi mencegah TKI Ilegal saat pemberangkatan. Peran aktif Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) yang berada di setiap Pemda, tegas Muhaimin, sangat membantu pembenahan sistem penempatan TKI karena terkait langsung dan bertanggung jawab mulai dalam proses rekrutmen, pendaftaran, seleksi CTKI serta siap diberangkatkan ke luar negeri.

"Dengan berperan aktifnya pemda dalam pembenahan sistem CTKI, diharapkan Indonesia terbebas dari TKI Ilegal dan undocumented,” tegasnya.

Menurut Muhaimin, ada 4 SIAP yang perlu diperhatikan oleh setiap calon TKI yang berminat bekerja di luar negeri. Pertama, harus siap fisik dan mental. Kesiapan ini mutlak karena pemerintah tidak akan mengijinkan pencari kerja yang sakit bekerja diluar negeri. Pemerintah negara tujuan juga pasti akan menolak calon TKI yang memiliki riwayat sakit, apalagi penyakit menular.

Kedua,  siap bahasa dan keterampilan. Tidak ada gunanya tekad besar dan keterampilan yang dimiliki oleh calon TKI jika tidak menguasai bahasa negara penempatan dengan baik. Banyak kejadian kekerasan disebabkan karena TKI yang bekerja tidak paham apa yang disampaikan majikannya. Keterampilan kerja juga harus disiapkan sebaik-baiknya dan harus berijazah (sertifikasi). Yang tidak terampil bekerja akan memiliki peluang mengalami masalah kekerasan. Oleh karena itu sebelum berangkat calon TKI harus melatih diri secara sungguh-sungguh.

Ketiga
, siap dokumen, artinya, jangan pernah memalsukan dokumen karena, selain sebagai tindakan kriminal, akan menyulitkan diri sendiri jika tertimpa masalah. ”Akte Kelahiran, KTP, ijazah, sertifikat keterampilan, keterangan sehat maupun paspor jangan pernah dipalsukan!” tegas Cak Imim.

Keempat, siap pengetahuan negara tujuan. Sebelum berangkat, calon TKI harus belajar seluk-beluk negara tujuan baik itu budaya, hukum, maupun nomor-nomor telpon penting terutama Perwakilan RI baik KBRI (Kedutaan Besar Republik Indonesia) maupun KJRI (Konsulat Jenderal Republik Indonesia).

”Kalau pengetahuan ini dimiliki, perlindungan akan lebih mudah dilakukan,” kata dia. [E-8]  




Kirim Komentar Anda

Silahkan login untuk memberi komentar

Hanya teks dan link yang diperbolehkan.


Komentar Untuk Artikel Ini

Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!