SP Logo
Selamat datang Tamu   |   
Selasa, 23 Desember 2014
BS logo

Pemda Lahat Segera Optimalkan Lahan Tambang Eks PT BA
Sabtu, 3 Desember 2011 | 7:39

Ilustrasi kegiatan di pertambangan batu bara [google] Ilustrasi kegiatan di pertambangan batu bara [google]

[JAKARTA] Tingginya potensi batu bara di daerah Arahan, Banjarsari, Air Selero, Kungkilan, Bunian, Sukamerindu dan Bukit Kendil membuat Pemerintah Kabupaten Lahat, Sumatera Selatan, berinisiatif untuk mengoptimalkan pemanfaatannya bagi kemakmuran  masyarakat di wilayahnya.

"Kita akan manfaatkan untuk kemakmuran rakyat," kata Kepala Dinas Pertambangan dan Energi Kabupaten Lahat, Misri, kepada wartawan di Jakarta, Jumat (2/12).
   
Misri mengatakan, daerah tersebut awalnya merupakan daerah Kuasa Pertambangan eksplorasi PT Bukit Asam (BA), sebelum akhirnya dicabut melalui surat keputusan Bupati lahat No. 540/29/KEP/PERTAMBEN/2005 pada tanggal 24 Januari 2005.
     
Dasarnya adalah Keputusan Gubernur Sumatra Selatan Nomor:556/KPTS/PERTAMBEN/2004 tentan pencabutan keputusan gubernur sebelumnya yang memberikan ijin kepada PT BA dengan Nomor 461 KPTS (Kuasa Pertambangan Swasta) Pertamben/2003.
     
Di tempat yang sama, kuasa hukum Bupati Lahat, Suharyono, menjelaskan, keputusan gubernur tersebut sudah tepat.  Selain tidak sesuai dengan undang-undang Nomor 23 Tahun 1997 tentang Pengelolaan Lingkungan Hidup  pasal 18 ayat (1), keputusan Gubernur lama itu bertentangan dengan Peraturan Pemerintah Nomor 75 Tahun 2001 pasal 17 ayat (2) yang menegaskan, sebelum gubernur menyetujui permohonan kuasa pertambangan eksploitasi, terlebih dahulu harus meminta pendapat dari bupati/walikota dimana usaha pertambangan itu berada.
   
Usai mencabut izin eksplorasi PT BA, Bupati lahat menerbitkan izin eksplorasi baru di  wilayah tersebut bagi 16 perusahaan swasta.  Lima diantaranya adalah PT Mustika Indah Permai, PT Bukit Bara Alam, PT Muara Alam Sejahtera, PT Bara Alam UTama dan PT Bumi Merapi Energi.
   
Atas keputusan tersebut PT Bukit Asam mengajukan gugatan kepada Pemda Kabupaten Lahat. PT BA menganggap keputusan Bupati Lahat tersebut lah yang memicu terjadinya tumpang tindih perijinan, di lahan yang kini menjadi lahan eks kuasa pertambangan PT BA.  “Itulah mengapa, PT BA kemudian menggugat bupati lahat.  Padahal secara hukum, jelas tidak ada tumpang tindih perijinan, karena ijin PT BA sudah dicabut melalui keputusan gubernur 556/KPTS/PERTAMBEN/2004” tegas Suharyono.
   
Saat ini perselisihan mengenai tumpang tindih lahan tambang batubara di Kabupaten Lahat Sumatera Selatan seluas 26.760 hektar,yang telah berlangsung selama tujuh tahun pun berakhir.
   
Dengan keluarnya putusan PK yang memenangkan Bupati Lahat.  Suharyono menjelaskan, bahwa pihaknya memang belum menerima salinan putusan PK tersebut, tetapi informasi tersebut bisa diakses melalui situs resmi mahkamah agung.
     
Dengan demikian, Pemkab Lahat memiliki wewenang penuh dalam pengelolaan perizinan wilayah pertambangan di wilayah Kabupaten Lahat. Putusan MA tersebut otomatis menggugurkan klaim PT BA tentang adanya wilayah kuasa pertambangan di Kabupaten Lahat, yang tumpang tindih dengan kuasa pertambangan perusahaan lain seluas 26.760 hektar sejak tanggal  25 Oktober 2003 lalu.
     
Hal ini juga dipertegas dengan pencabutan izin KP eksploitasi oleh Gubernur Sumsel. Putusan ini disambut baik oleh Ketua DPRD Lahat Herliansyah.  Menurutnya putusan tersebut sangat penting karena masyarakat di Kabupaten Lahat bisa memanfaatkan potensi pertambangan dan energy yang melimpah di wilayahnya untuk kemakmuran masyarakat Lahat, tanpa harus dipusingkan lagi oleh persoalan hukum.
   
Hal senada juga disampaikan oleh Wakil Ketua DPRD Lahat Parhan Berza, karena Pemda Lahat kini bisa menatap masa depannya melalui peningkatan pendapatan asli daerahnya dari sektor pertambangan.
   
Dengan demikian, kata Parhan, keluarnya putusan PK yang memenangkan Bupati Lahat tentu akan semakin mengoptimalkan upaya pemda Lahat untuk meningkatkan potensi pendapatan daerah yang selama ini tidak optimal.  Karena potensi batu bara yang ada tidak digarap oleh PT BA” imbuh Parhan. [E-8]




Kirim Komentar Anda

Silahkan login untuk memberi komentar

Hanya teks dan link yang diperbolehkan.


Komentar Untuk Artikel Ini

Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!