SP Logo
Selamat datang Tamu   |   
Sabtu, 25 Oktober 2014
BS logo

Penempatan TKI Solusi Meningkatkan Ekonomi Keluarga
Selasa, 22 Januari 2013 | 14:17

Ilustrasi TKI. [google] Ilustrasi TKI. [google]

[AMBON] Penempatan Tenaga Kerja Indonesia (TKI) ke luar negeri adalah salah satu solusi mengatasi pengangguran dan meningkatkan ekonomi dan kesejahteraan keluarga.

Menurut Ketua Umum Assoisasi Perusahaan Jasa Tenaga Kerja Indonesia (Apjati) Ayub Basalama, pengangguran sudah lama menjadi momok bagi banyak negara yang bisa memunculkan penyakit masyarakat seperti kriminalitas, tindak kejahatan, tunasusila, hingga kerusuhan.

Dikatakan, keberhasilan suatu negara ditentukan oleh kemampuannya mengatasi masalah pengangguran. “Program penempatan TKI sudah lama menjadi salah satu katup pengaman untuk mengatasi masalah pengangguran,” kata dia dalam rilis yang diterima SP, Selasa (22/1).

Orang Indonesia sejak dahulu sudah terbiasa merantau bekerja di luar wilayahnya bahkan hingga keluar negeri baik dikoordinir maupun secara mandiri. Banyak pihak melupakan bahwa penempatan TKI tidak hanya sekadar memberi peluang kerja kepada orang-orang tertentu, tetapi juga turut mengatasi permasalahan krusial yang jika tidak ditangani dengan baik akan menjadi bom waktu, yakni pengangguran.

Sementara itu Humas Apjati Marlinda Poernomo mengatakan, bahwa menjadi tanggung jawab negara yaitu pemerintah dan pemangku kepentingan maupun Apjati untuk memberikan pendidikan yang baik agar TKI lebih berkualitas serta memfasilitasi TKI yang akan bekerja ke Luar Negeri dengan pinjaman lunak dan melindungi warga negara yang bekerja di luar negeri.

Menurutnya, peraturan perundangan, mensyaratkan penempatan TKI yang bermartabat, mempunyai ketrampilan/Skill yang baik dan harus didukung oleh pemerintah seperti Philipina. Dengan  angkatan kerja Indonesia Agustus 2012 mencapai 118.juta dan akan meningkat 2,4 juta pada tahun ini yang diperkirakan menjadi 120,4 juta.

“Sementara angka pengangguran   terbuka di Indonesia pada Agustus 2012 mencapai 6.14 persen dan mengalami penurunan dibanding Februari 2012 sebesar 6,32 persen,” kata Marlinda.

Apjati turut membantu mengatasi pengangguran melalui program penempatan TKI yang rata-rata mencapai 20.000 perbulan, lebih jauh dikatakan, semnetara potensi penempatan mencapai 50.000 perbulan jika program penempatan dibuka semua. Dikatakan, Apjati menyadari pada penempatan tertentu seperti TKI informal membutuhkan program perlindungan maksimal. “Semua pihak terkait hendaknya duduk bersama untuk meminimalisir efek negative,” kata Marlinda.

Apjati menyiapkan anggaran Rp1,14 triliun setahun untuk program perlindungan dan pelatihan TKI. Disadari, dana tidak menyelesaikan masalah, tetapi dengan dana yang memadai maka program perlindungan dan pelatihan bisa dilaksanakan secara maksimal. “Apjati mengajak semua pemangku kepentingan untuk duduk bersama untuk membenahi program penempatan dan perlindungan agar anak bangsa bekerja di luar negeri terjamin hak-haknya dan terlindungi. Kerjasama dengan Menkoekuin adalah salah satu usaha para Pengusaha Tenaga kerja Indonesia, untuk ikut berperan aktif dalam membantu menyelesaikan permasalahan bangsa ini dan Apjati tidak bisa bekerja sendiri tanpa dukungan penuh dari pemerintah khususnya Menkoekuin,” tutur Marlinda.

Dengan devisa Negara hampir Rp.6 trilun dari TKI yang bekerja ke Luar Negeri sudah seharusnya pemerintah memberikan dukungan penuh kepada para Pengusaha Tenaga Kerja Indonesia yang telah membantu pemerintah membuka peluang kerja bagi TKI ke Luar Negeri. Apjati membawahi 460 perusahaan-perusahaan pengiriman atau penempatan jasa TKI ke luar negeri. [156]  




Kirim Komentar Anda

Silahkan login untuk memberi komentar

Hanya teks dan link yang diperbolehkan.


Komentar Untuk Artikel Ini

Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!