SP Logo
Selamat datang Tamu   |   
Minggu, 25 Juni 2017
BS logo

Pertamina: Gas Adalah Masa Depan Kami
Sabtu, 20 Agustus 2011 | 8:40

Ilustrasi Ilustrasi

[JAKARTA] PT Pertamina (Persero) mengungkapkan pihaknya akan mengembangkan energi gas di masa mendatang. Hal itu sejalan dengan potensi kebutuhan akan gas yang diprediksi makin meningkat dikarenakan menipisnya cadangan minyak dan makin mahalnya harga minyak dunia.

"Gas is our future, tak ada tandingannya. Bisnis gas jadi sumber masa depan dan ini bisa mendorong pendapatan. Gas akan menjadi sumber energi baru dan menggantikan minyak," ujar Corporate Secretary Pertamina Hari Karyuliarto dalam media visit ke kantor harian redaksi SP, Jakarta, Jumat (19/8).

Dikatakannya, selama 40 tahun Indonesia membuang waktu karena tidak mau menggunakan gas sebagai sumber energi dan komoditi yang terbaik. "Tahun 70an gas mulai dikembangkan. Domestik tidak mampu menyerap dan tak punya nilai ekonomis," ucapnya.

Namun, untuk mengembangkan bisnis gas, diakuinya kendala utama yang harus dibenahi adalah menyangkut pembebasan lahan terutama di Pulau Jawa. Untuk itu, Hari mengharapkan agar pemahaman masyarakat tentang manfaat pemberdayaan gas akan lebih tinggi ketimbang minyak.

Secara terpisah, Pertamina menargetkan produksi gas dari Blok Cepu sudah bisa mengalir mulai 2015 untuk memasok kebutuhan gas PLN, pupuk Petrokimia Gresik dan industri di sekitar Jawa Timur.

VP Corporate Communication Pertamina Mochamad Harun mengatakan, pengembangan gas di Blok Cepu akan dilakukan oleh PT Pertamina EP Cepu, setelah Pertamina EP Cepu ditetapkan sebagai unit operator pengembangan gas di blok tersebut. “ExxonMobil (operator Blok Cepu) akan fokus meningkatkan produksi minyaknya (di Banyu Urip), sementera cadangan gasnya dikembangkan Pertamina EP Cepu. Lebih enak begini, yang satu fokus di minyak dan yang satu fokus di gas,” ucapnya.

Produksi gas kedua lapangan yang memiliki cadangan 1,1 tcf ditargetkan mencapai 200 mmscfd. Menurut Harun, penetapan Pertamina EP Cepu menjadi operator pengembangan gas di kedua lapangan itu karena perseroan yakin bisa mempercepat produksi gas menjadi 2015. Selain itu, biaya pengembangan bisa ditekan dari sebelumnya US$ 2,1 miliar menjadi US$ 1,2 miliar. [O-2]



Kirim Komentar Anda


Pasang iklan disini via B1 Ads
Data tidak tersedia.
Data tidak tersedia.