SP Logo
Selamat datang Tamu   |   
Minggu, 25 Juni 2017
BS logo

Pertamina Siap Laksanakan IPO
Jumat, 19 Agustus 2011 | 16:53



[JAKARTA] PT Pertamina siap melaksanakan penawaran saham perdana (initial public offering/IPO) atas anak usahanya, PT Pertamina Hulu Energi (PHE). Sebelumnya, Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) menyatakan rencana IPO PHE tergantung kesiapan perusahaan.

“Pertamina siap bila pemerintah menginginkan. Kita juga menyiapkan tahapannya seperti transparansi. Laporan keuangan tahunan juga sudah siap. Jadi, sebetulnya tinggal tunggu waktu saja,” ucap Corporate Secretary Pertamina Hari Karyuliarto dalam media visit ke kantor harian redaksi SP, Jakarta, Jumat (19/8).

Kementerian BUMN pun menginginkan anak usaha Pertamina dapat melakukan penawaran umum saham perdana. Anak usaha PT Pertamina yang dapat melakukan penawaran umum saham perdana bukan bidang strategis. Dengan anak usaha Pertamina dapat melakukan penawaran umum saham perdana maka diharapkan laba bersih Pertamina bisa naik 20%.

Sementara itu, Pertamina membidik laba Rp 54,2 triliun di tahun 2015 mendatang. Laba tersebut termasuk proyeksi operasional dan investasi di mana inisiatif strategi diharapkan bisa menyumbang Rp 19,2 triliun.

Adapun, perseroan pada 2010 membukukan laba Rp16,77 triliun atau naik 3%. Sementara, pada semester I 2011 ini, Pertamina berhasil meraih laba tertinggi dibanding BUMN lainya, yakni mencapai Rp 14,79 triliun atau meningkat 70,39% dibanding laba bersih pada semester I 2010.

Selain mencatatkan target laba bersih, dalam RJPP juga disampaikan tentang perubahan visi dan misi perusahaan, dari perusahaan migas menjadi perusahaan energi nasional kelas dunia. Dimana misinya menjalankan usaha minyak, gas serta energi baru dan terbarukan secara terintegrasi, berdasarkan prinsip-prinsip komersial yang kuat.

Terkait investasi, Pertamina dalam periode 2011 hingga 2015 bahkan mengalokasikan dana investasi sebesar Rp 359 triliun. Di mana, 85% akan dialokasikan untuk pengembangan sektor hulu atau sejalan dengan keinginan perusahaan untuk meningkatkan porsi hulunya. Investasi itu dilakukan dengan mekanisme belanja modal (merger), dan akuisisi.

Di tahun 2011, Pertamina mengalokasikan Rp 37,1 triliun, 76% dari hulu dan 21% hilir. Rp 83,9 triliun di 2012, hulu 82% dan hilir 17%. Rp 77,9 triliun di 2013, hulu 80% dan hilir 19%. Rp 71,6 triliun di 2014, hulu 88% dan hilir 11%. Dan, di tahun berikutnya, Rp 88,1 triliun dengan hulu 92% dan hilir 6%. [O-2]



Kirim Komentar Anda


Pasang iklan disini via B1 Ads
Data tidak tersedia.
Data tidak tersedia.