SP Logo
Selamat datang Tamu   |   
Jumat, 24 Maret 2017
BS logo

21 Maret Indonesia Bakal Alami Fenomena Equinox, Pakar: Tidak Membahayakan
Minggu, 19 Maret 2017 | 11:12

Ilustrasi Matahari [www.ummi-online.com] Ilustrasi Matahari [www.ummi-online.com]

[YOGYAKARTA] Pengaruh fenomena equinox yang akan mempengaruhi suhu udara di Indonesia secara drastis pada 21 Maret mendatang, tidak akan membahayakan.

Menurut  pakar Iklim Lingkungan dari Fakultas Geografi UGM, Dr Emilya Nurjani,  equinox merupakan fenomena yang rutin terjadi di Indonesia setiap tahunnya. Dalam satu tahun Indnesia bahkan mengalami dua kali equinox, yakni pada vernal equinox pada 21 Maret dan autumnal equinox 23 September.

“Equinox merupakan fenomena iklim normal, bukan sesuatu yang meresahkan. Hal ini berbeda dengan gelombang panas yang terjadi di Afrika,” katanya pada Jumat (17/3).

Equinox merupakan kondisi yang terjadi saat matahari berada persis di atas garis khatulistiwa atau equator. Ketika fenomena ini berlangsung, durasi siang dan malam di seluruh bagian bumi relatif sama.

Saat matahari berada di titik nol equator, lanjut Emilya Nurjani, panjang siang dan malam sama yaitu 12 jam.

Kondisi itu memang akan menimbulkan peningkatan suhu udara di Indonesia. Namun demikian, tidak akan mengakibatkan kenaikan suhu secara drastis.

“Suhu rata-rata di Indonesia di hari-hari biasa berkisar antara 26-36 derajat Celcius. Suhu tertinggi yang pernah tercatat adalah 36 derajat Celcius terjadi di Jawa Timur beberapa tahun lalu,”paparnya.

Karenanya, masyarakat tidak perlu panik berlebihan, sebab kenaikan suhu akibat equinox tidak sama seperti badai panas di India maupun di Afrika. Namun Emilya Nurjani menyarankan, masyarakat tetap mengantisipasi kenaikan suhu dengan menjaga kesehatan. [152]




Kirim Komentar Anda


Pasang iklan disini via B1 Ads