SP Logo
Selamat datang Tamu   |   
Jumat, 28 November 2014
BS logo

312 Koperasi di NTT Tidak Aktif
Minggu, 3 Juni 2012 | 13:53

Koperasi di NTT. [google] Koperasi di NTT. [google]

[KUPANG] Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) Paulus Rante Tadung, mengatakan, hingga Mei 2012 sebanyak 312 dari total 2.326 koperasi itu mati suri atau tidak aktif.

"Tidak aktifnya ratusan unit koperasi itu, disebabkan karena tidak menjalankan usaha sebagai badan hukum koperasi, seperti merekrut anggota, melakukan simpan pinjam dan melakukan rapat anggota tahunan (RAT)," katanya di Kupang, Minggu (3/6).

Ia mengatakan, tidak aktifnya koperasi-koperasi itu juga diakibatkan oleh manajemen yang tidak terbuka dan tidak profesional sehingga mengakibatkan kredit dan pengembaliannya macet, dengan demikian harus ditutup karena pailit.

Dia mengatakan umumnya koperasi dengan managemen seperti lebih banyak terdapat di kabupaten, karena anggotanya adalah masyarakat perdesaan yang sikap dan konsistensinya dalam pengembalian penjaman tepat waktu sering menjadi kendala.

"Ada juga masalah serupa di perkotaan, namun jumlahnya sedikit, dibandingkan dengan anggota yang tinggal dan menetap di wilayah perdesaan," katanya.

Dia mengatakan, tidak aktifnya koperasi itu, tidak membuat pemerintah mundur atau berhenti melakukan kampanye untuk terus berkoperasi karena sudah menjadi tekad Pemerintah Provinsi NTT untuk kelak menjadikan wilayah berpenduduk 4,6 juta jiwa yang tersebar di 21 kabupaten/kota menjadi Provinsi Koperasi.

"Pemerintah provinsi dan kabupaten/kota di NTT terus melakukan upaya pendekatan dan cara lain untuk menghidupkan kembali koperasi itu, termasuk terus melakukan koordinasi dan mempercepat proses usulan dari daerah untuk menjadikan kabupatennya menjadi kabupaten Koperasi," katanya.

Dia mengatakan hingga Mei 2012 sebanyak 15 dari 21 daerah otonom di Nusa Tenggara Timur, telah ditetapkan sebagai kabupaten/kota berbasis Koperasi.

"Sejak dicanangkan sebagai Provinsi Koperasi pada awal kepemimpinan Gubernur Frans Lebu Raya dan Wakil Gubernur Esthon Foenay pada 2008, pemerintah kabupaten/kota menindaklanjuti tekad itu dan hingga akhir Mei 2012 sudah ada 15 daerah yang menjadi kabupaten/kota koperasi," katanya.

Ke-15 kabupaten/kota itu kata Tadung, adalah Kabupaten Kabupaten Belu, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Kabupaten Timot Tengah Selatan (TTS) Kabupaten Kupang.

Berikut katanya Kota Kupang, Kabupaten Rote Ndao, Kabupaten Alor, Kabupaten Lembata, Kabupaten Flores Timur, Kabupaten Nagekeo, Kabupaten Ende, Kabupaten Sikka.

Selanjutnya kata dia adalah Kabupaten Kabupaten Manggarai, Kabupaten Manggarai Barat, Kabupaten Ngada.

Sementara enam kabupaten seperti Kabupaten Manggarai Timur, Kabupaten Sabu Raijua, Kabupaten Sumba Timur, Kabupaten Sumba Barat, Kabupaten Sumba Barat Daya dan Sumba Tengah, sedang dalam proses untuk menjadi kabupaten koperasi.

"Pada 2012 ini tiga kabupaten masing-masing kabupaten Manggarai Timur, Kabupaten Sumba Barat Daya dan Kabupaten Sumba Barat telah diusulkan ke Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah untuk di ditetapkan sebagai kabupaten koperasi," katanya.

Ia berharap pada hari Koperasi ke-65 Juli 2012 ini atau paling lambat akhir tahun ini sudah bisa dapat jawaban terhadap usulan itu. [Ant/L-8]




Kirim Komentar Anda

Silahkan login untuk memberi komentar

Hanya teks dan link yang diperbolehkan.


Komentar Untuk Artikel Ini

Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!