SP Logo
Selamat datang Tamu   |   
Rabu, 29 Maret 2017
BS logo

79 WN Tiongkok Meninggal Akibat Flu Burung
C-5 | Kamis, 16 Februari 2017 | 11:34

Pasien yang terinfeksi flu burung H7N9 menjalani pengobatan medis di Pusat Pengobatan medis Wuhan, Provinsi  Hubei, Tiongkok, Minggu (12/2). [AP] Pasien yang terinfeksi flu burung H7N9 menjalani pengobatan medis di Pusat Pengobatan medis Wuhan, Provinsi Hubei, Tiongkok, Minggu (12/2). [AP]

[BEIJING] Harga ayam di Tiongkok anjlok ke posisi terendah selama lebih dari satu dekade pada Rabu (15/2) karena kekhawatiran penyebaran virus flu burung. Kondisi itu otomatis merugikan para produsen daging di Tiongkok.

Penurunan harga disebabkan laporan atas jumlah warga meninggal akibat virus flu burung H7N9 sebanyak 79 orang pada Januari 2017. Total korban tewas sepanjang musim dingin mencapai 100 orang.

Situasi itu meningkatkan kekhawatiran di pasar sehingga harga ayam berdasarkan konsultan yang berbasis di Shanghai, JC Intelligence Co (JCI), turun ke titik terendah sejak 2015.

“Sekarang relatif serius. Dampaknya tidak bisa disepelekan. Banyak tempat telah menutup pasar-pasar unggas hidup. Ini memberi dampak besar,” kata analis JCI, Alice Xuan, kemarin.

Laporan atas jumlah korban flu burung dikeluarkan oleh Komisi Perencanaan Keluarga dan Kesehatan Nasional hari Selasa lalu, menyatakan jumlah orang meninggal sejak Oktober 2016 mencapai 100 orang. Beijing masuk sebagai salah satu kota yang melaporkan kasus flu burung terjadi pada manusia.

Penyebaran virus mematikan itu terjadi setelah dua negara tetangga, Korea Selatan dan Jepang, juga berjuang atas mewabahnya virus di peternakan unggas mereka. Pasar unggas hidup adalah jaringan penjualan utama untuk bibit ayam lokal Tiongkok yang menyumbang sekitar sepertiga pasokan daging unggas tahun 2016.

Selama tiga bulan terakhir, banyak provinsi menutup pasar-pasar unggas hidup mereka untuk mencegah penyebaran infeksi, sehingga memukul penjualan unggas. Harga ayam negeri yang berasal dari bibit impor, menjadi anjlok. Ayam-ayam itu digunakan untuk jaringan restoran cepat saji mencakup setengah dari pasokan ayam di Tiongkok.[Reuters/SCMP/C-5]




Kirim Komentar Anda


Pasang iklan disini via B1 Ads