SP Logo
Selamat datang Tamu   |   
Minggu, 25 Juni 2017
BS logo

8 Jenazah Kecelakaan di Gilimanuk Tiba di Jember, Polisi: Pengemudi Tak Sehat
Senin, 19 Juni 2017 | 12:44

Ilustrasi kecelakaan mudik. [Google] Ilustrasi kecelakaan mudik. [Google]

[JEMBER] Delapan jenazah korban kecelakaan maut di jalur mudik Kelurahan Gilimanuk, Kabupaten Jembrana, Bali akhirnya tiba di rumah duka di Desa Kemiri dan Desa Suci, Kabupaten Jember, Jawa Timur, Minggu (18/6). Kedatangan jenazah di masing-masing rumah duka disambut isak tangis dan suasana haru keluarga, kerabat, tetangga, dan teman korban yang sudah berkumpul di rumah duka sejak pagi hari.

"Dari delapan korban yang meninggal itu, ada tiga korban yang merupakan warga Desa Kemiri, Kecamatan Panti sedangkan sisanya warga Desa Suci, Kecamatan Panti," kata Kepala Desa Kemiri Suyono di Balai Desa Kemiri. Korban kecelakaan yang meninggal dunia tersebut dimandikan dan disalati oleh warga yang sudah berdatangan ke rumah duka, kemudian jenazah dibawa ke tempat pemakaman umum desa setempat.

Menurutnya dua korban yang mengalami luka-luka ringan juga ikut pulang bersama rombongan jenazah, namun korban yang merupakan warga Desa Kemiri itu dirujuk ke Rumah Sakit Daerah (RSD) dr Soebandi Jember untuk menjalani perawatan."Sedangkan tiga korban yang mengalami luka berat masih dirawat secara intensif di Rumah Sakit Negara di Pulau Dewata," katanya.

Kecelakaan maut ini terjadi di sekitar kilometer 121-122 jurusan Denpasar-Gilimanuk di Kawasan Hutan Lingkungan Penginuman, Kelurahan Gilimanuk, Kecamatan Melaya, Kabupaten Jembrana, Sabtu (17/6) sekitar pukul 21.00 WITA. Delapan korban yang meninggal adalah Suwari, Tohari, Ahmad Aris (sopir mini bus), Ahmad Zaenuri, Jumari, Faris Haryadi, Aris dan satu korban meninggal dunia di RS Negara yakni Abdul Razak yang seluruhnya berasal dari Kecamatan Panti, Kabupaten Jember.

Sedangkan lima korban yang mengalami luka berat dan ringan yakni Abu Amin, Taufik Hidayat, Rizki, Joko, dan Moh. Ridwan yang juga warga Kecamatan Panti.

Senin (19/6) ini, sebanyak tiga korban luka yang dirawat di RSU Negara, Kabupaten Jembrana, Bali, segera dipulangkan ke daerah asal. "Hari ini tiga orang yang mendapatkan perawatan di RSU Negara akan pulang. Selain kondisinya cukup baik, mereka beserta keluarganya minta dirawat di daerah asal," kata Direktur RSU Negara dr Made Dwipayana, Senin.

Ia mengatakan, untuk mengantar tiga orang pasien ini ke Kabupaten Jember, Provinsi Jawa Timur, dikerahkan tiga unit ambulans yang biayanya akan dikoordinasikan dengan Jasa Raharja. Menurutnya, biaya dari perawatan maupun mengantar pasien ke daerah asal, bisa diambilkan dari santunan kecelakaan yang diberikan Jasa Raharja yang untuk korban luka mendapatkan Rp 20 juta.

"Tidak semuanya habis. Biaya perawatannya tidak terlalu besar, sementara untuk mengantar dengan ambulans hingga ke Kabupaten Jember biayanya sekitar Rp 2 juta permobil," katanya.

Ia mengaku, untuk biaya korban kecelakaan di wilayah Hutan Gilimanuk, Kecamatan Melaya, termasuk bagi korban yang meninggal dunia, pihaknya terus berkoordinasi dengan Jasa Raharja agar tidak memberatkan keluarga korban. "Kemarin delapan orang yang meninggal dunia sudah diantar pulang dengan empat mobil jenazah, biayanya kami mintakan ke Jasa Raharja yang diambilkan dari santunan untuk korban meninggal," katanya.

Dengan pulangnya tiga orang ini, seluruh korban kecelakaan maut di Hutan Gilimanuk, Kecamatan Melaya yang menewaskan delapan orang dan lima orang luka-luka, Sabtu lalu, sudah seluruhnya diantar ke Kabupaten Jember, Provinsi Jawa Timur.

Kelalaian Pengemudi

Sementara itu, Kapolres Jembrana Ajun Komisaris Besar Prianto Priyo Hutomo mengatakan, kecelakaan maut ini disebabkan kelalaian pengemudi yang menyetir dalam kondisi kurang sehat.

"Kemungkinan saat memasuki lokasi kejadian, bannya selip membuat sopir tidak bisa mengendalikan mobil sehingga terbalik lalu menabrak truk tronton yang meluncur dari arah berlawanan," katanya.

Belajar dari pengalaman pahit musibah tersebut, ia mengimbau, pemudik untuk menjaga dan memperhatikan kondisi kesehatan sebelum mengemudi baik mobil maupun sepeda motor.

"Total korban meninggal dunia ada delapan orang, tujuh penumpang dan satu sopirnya," kata Kepala Satuan Lalu Lintas Polres Jembrana Ajun Komisaris I Nyoman Sukadana. [Ant/L-9]




Kirim Komentar Anda


Pasang iklan disini via B1 Ads