SP Logo
Selamat datang Tamu   |   
Selasa, 30 September 2014

Sidang Kasus Pembobolan Dana Nasabah Citibank

Adik Melinda Dee Sampaikan Eksepsi
Rabu, 21 September 2011 | 11:59

Melinda Dee [google] Melinda Dee [google]

[JAKARTA] Adik kandung tersangka utama kasus pembobolan dana nasabah Citibank Inong Melinda Dee, Visca Lopitasari kembali menjalani persidangan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Rabu (21/9). Sidang ini dipimpin majelis kakim yang diketuai Mien Trisnawati.

Visca yang memakai kerudung putih tampak terlihat sehat seperti pengakuannya kepada majelis hakim. Sidang baru dimulai pukul 10.45 WIB dan berakhir pukul 11.15 WIB.

Sidang terlambat satu jam dari waktu yang ditentukan. Dalam sidang ini, tim penasihat hukum terdakwa mengajukan eksepsi atas dakwaan yang diajukan jaksa penuntut umum (JPU) terhadap Visca. Seperti diketahui, pada Rabu (14/9), JPU telah membacakan dakwaannya.

Visca didakwa dengan UU 8/2010 tentang pencegahan dan pemberantasan tindak pidana pencucian uang. Penasihat hukum Visca, Devi Waluyo mengatakan, hari ini hanya pembacaan eksepsi.

“Dakwaan jaksa tidak cermat, tidak jelas, tidak lengkap, serta kabur. Klien kami dijadikan tersangka juga hanya berdasarkan laporan kuasa hukum terdakwa lain pada kasus yang sama,” ujar Devi kepada wartawan seusai persidangan.

Sidang akan dilanjutkan kembali pada Rabu (28/9) dengan agenda pembacaan tanggapan jaksa. Sejumlah keluarga dan kerabat dekat Visca terlihat menghadiri persidangan.

Sebelumnya, Suami Inong Melinda Dee, Andhika Gumilang didakwa tindak pidana pencucian uang dan pemalsuan kartu tanda penduduk (KTP). Hal tersebut terungkap dalam persidangan perdana terdakwa Andhika di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan, Senin (19/9).

Melinda adalah tersangka kasus penggelapan dana nasabah Citibank. Jaksa Penuntut Umum (JPU) yang dipimpin Helmi menyatakan, perbuatan terdakwa diatur dan diancam pidana dalam Pasal 6 Ayat (1) huruf a, b, d, dan f UU Nomor 25/2003 tentang Perubahan atas UU Nomor 15/2002 tentang Tindak Pidana Pencucian Uang jo Pasal 65 Ayat (1) KUHP.

“Perbuatan terdakwa diatur dan diancam pidana dalam Pasal 263 Ayat (2) KUHP,” katanya.

JPU menyebutkan, dana yang ditransfer masuk ke rekening terdakwa serta pembelian satu unit mobil Hummer H3 warna putih dengan Nomor Polisi B18 DIK oleh Melinda, yang diberikan kepada terdakwa, adalah dari hasil tindak pidana.

“Dana-dana tersebut tanpa seizin pemilik rekening dengan cara melakukan pemindahbukuan atau pendebetan dana dari rekening nasabah Citygold pada Citibank cabang Landmark, Kuningan, Jakarta Selatan,” katanya.

Kemudian, JPU menyebutkan, terdakwa juga telah menggunakan KTP palsu atau dengan identitas yang tidak sebenarnya, yaitu dengan nama Juan Farrero. “Hal itu dapat menimbulkan kerugian imaterial bagi pihak Kelurahan Senayan, yaitu hilangnya kepercayaan masyarakat terhadap kebenaran surat-surat yang diterbitkan oleh Kelurahan dan Lurah Senayan,” katanya.

Majelis hakim yang dipimpin Yonisman menyatakan, sidang dilanjutkan pada Senin (26/9) mendatang dengan mendengarkan eksepsi terdakwa. “Sidang dilanjutkan pada Senin pekan depan,” katanya. [Ant/CKP/O-1]    




Kirim Komentar Anda

Silahkan login untuk memberi komentar

Hanya teks dan link yang diperbolehkan.


Komentar Untuk Artikel Ini

Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!