SP Logo
Selamat datang Tamu   |   
Rabu, 26 November 2014
BS logo

Air Kembali Naik, Warga Pondok Labu Mengungsi
Selasa, 1 November 2011 | 12:58

Ilustrasi banjir di Jakarta [google] Ilustrasi banjir di Jakarta [google]

[JAKARTA] Ribuan warga RW 03 Kelurahan Pondok Labu, Kecamatan Cilandak, Jakarta Selatan hingga kini masih mengungsi akibat banjir kembali menggenangi rumah di enam RT. Debit air kembali naik pada Selasa (1/11) sekitar pukul 01.00 WIB. Padahal, sebelumnya warga baru selesai membersihkan rumah dari lumpur karena debit air telah turun.

Ketua RT 11 RW 03 Pondok Labu, Sugiono menuturkan, air kembali naik di pemukiman RT 09, 10, 11, 12, 13, dan 14. Warga yang bermukim di RT 11 merupakan korban terparah karena pada banjir yang terjadi sejak Minggu (30/10) ketinggiannya mencapai 2,5 meter.

“Air naik lagi tengah malam tadi sekitar pukul satu. Warga yang sebelumnya sudah pulang ke rumah, terpaksa harus kembali mengungsi,” kata Sugiono ketika ditemui, Selasa (1/11).

Menurutnya, secara keseluruhan di RT 11 sendiri terdapat sekitar 658 jiwa dari 157 KK. Di RW 03 secara total terdapat 1.200 jiwa. Akibat banjir tersebut, sebagian besar warga kini mengungsi di sejumlah posko pengungsian.

 “Bantuan yang paling penting yaitu normalisasi Kali Krukut. Sebelumnya, walaupun di wilayah kami kerap banjir, namun tidak separah beberapa hari terakhir,” ucap Sugiono.

Berdasarkan pantauan SP, bantuan kepada warga di lokasi banjir terus berdatangan, terutama dari Palang Merah Indonesia (PMI) dan swasta.

Namun, menurut Sugiono, warga yang berada tepat di belakang lapangan tembak Marinir Cilandak, Jakarta Selatan tersebut saat ini juga membutuhkan bantuan berupa obat-obatan, makanan, air bersih, selimut, dan lain-lain.

Warga kini khawatir akan ada banjir susulan yang lebih parah karena curah hujan belum mencapai puncaknya. Diperkirakan, banjir akan semakin meluas karena Kali Krukut saat ini mengalami penyempitan yang signifikan.

 “Dalam sehari, bisa tiga sampai empat kali kami membersihkan rumah akibat lumpur kali yang masuk rumah. Kami khawatir akan ada banjir susulan yang lebih parah,” ucap Sugiono.

Direktur Eksekutif Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) DKI Jakarta, Ubaidillah menjelaskan, daerah RW 03 Pondok Labu kebetulan memang berada di antara dua Sungai Krukut. Kedua sungai tersebut menjadi satu dan cenderung meluap ketika musim hujan tiba. Keadaan tersebut kini diperparah oleh tidak berfungsinya drainase.

“Kebetulan daerah yg banjir, tepatnya sekitar Jalan Bango berada di antara pertemuan dua Sungai krukut yg menjadi satu. Banjir semakin parah karena saluran air got dan drainase tidak berfungsi,” kata Ubaidillah.

Menurutnya, saat ini pemerintah harus segera melakukan normalisasi sungai dan melakukan pengerukan. Jika tidak, dikhawatirkan kemungkinan besar ke depannya akan lebih parah.

“Area resapan di lokasi tersebut sangat minim dan saat ini juga terjadi penyempitan sungai. Pemerintah harus segera lakukan normalisasi sungai,” ucap Ubaidillah. [Y-7/FFS/N-3]          




Kirim Komentar Anda

Silahkan login untuk memberi komentar

Hanya teks dan link yang diperbolehkan.


Komentar Untuk Artikel Ini

Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!