SP Logo
Selamat datang Tamu   |   
Sabtu, 1 November 2014
BS logo

Air Laut Menghangat, Ancaman buat Kesehatan Manusia
Rabu, 14 September 2011 | 14:55

Ilustrasi air laut [google] Ilustrasi air laut [google]

[BRUSSELS] Ilmuwan di Belgia baru-baru ini memberi peringatan, efek dari pemanasan global membuat temperatur air di laut semakin hangat. Hal ini berdampak serius pada peningkatan penyakit yang untuk penanganan kesehatannya bisa memakan biaya hingga jutaan dolar.

Peringatan itu terungkap dalam sebuah laporan setebal 200 halaman yang dibagikan pada pertemuan ilmuwan maritime sedunia di Brussles, Belgia. Laporan ini berisi 100 proyek penelitian sejak 1998 hasil kolaborasi dari 17 institut maritim Eropa.

Dalam laporan tersebut dinyatakan, kalau meningkatnya temperatur air di lautan menyebabkan meluarnuya penyebaran bakteri vibrio genus. Bakteri ini bisa menimbulkan keracunan pada makanan, radang lambung dan usus hingga penyakit cholera.

“Jutaan dolar akan keluar untuk urusan kesehatan, sebagai dampak dari manusia yang keracunan makanan laut yang terkontaminasi bakteri. Bakteri yang menyebar juga akan membuat penyakit pada hewan-hewan di laut”.

Laporan tersebut juga menuliskan, dampak dari pemanasan samudera, menimbulkan es yang meleleh, meningkatnya permukaan laut, erusi, meningkatnya intensitas dan frekuensi badai, perubahan kimia dari laut dengan semakin banyaknya zat beracun.

“Yang menakutkan adalah fakta kalau perubahan di laut ini berlangsung lebih cepat dari yang kita perkirakan,” ungkap Carlo Heip dari Insititut Maritim di Belanda.

Menurut dia, dalam beberapa dekade ke depan, populasi ikan di laut utara akan berubah signifikan. Hewan-hewan besar akan menuju laut Artic, dan meninggalkan hewan-hewan kecil yang mengambil alih posisi.

Bakteri Vibrio genus telah diteliti sejak 1960-an. “Kami mendapati ketika temperatur laut utara meningkat, bakteri Vibrios juga meningkat. Satu dari bakteri itu merupakan spesies dari cholera,” jelas Heip.

Di kawasan Baltic pada 2006 banyak penduduk yang menderita radang lambung dan usus lebih dari biasanya.

“Yang paling ditakutkan adalah ganggang akan sedikit menyerap karbondioksida. “Jika sudah demikian, akan terjadi peningkatan karbon dioksida di atmosfer udara, dan membawa pada pemanasan global yang lebih hebat,” ungkapnya. [L-9]  




Kirim Komentar Anda

Silahkan login untuk memberi komentar

Hanya teks dan link yang diperbolehkan.


Komentar Untuk Artikel Ini

Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!