SP Logo
Selamat datang Tamu   |   
Minggu, 23 November 2014
BS logo

Akibat Longsor di Ambon, Akses Air Bersih Terhambat
Kamis, 26 Juli 2012 | 9:20

Longsor di Ambon. [Antara] Longsor di Ambon. [Antara]

[AMBON] Bencana alam yang terjadi di kota Ambon akibat curah hujan yang tinggi dan menyebabkan longsor di beberapa kawasan cukup mengangganggu aktifitas warga kota Ambon. Daerah Kelurahan Batu Gajah Kecamatan Sirimau dan Kelurahan Mangga Dua, Kelurahan Nusaniwe kota Ambon termasuk lokasi-lokasi yang cukup parah. Putusnya akses jalan, rusaknya jaringan air bersih menjadi masalah pada Minggu (15/7) yang menyebabkan ruas jalan di RT 002/01 Kyang harus diselesaikan akibat dari longsor tersebut. 

Direktur Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kota Ambon, Edwin Pattikawa mengatakan,  pihaknya telah mengambil langkah darurat dengan melakukan pema­sangan pipa-pipa dalam rangka memperlancar pasokan air bersih bagi warga kota Ambon. “Kerusakan jaringan pipa di Mangga Dua menyebabkan pasokan air bersih terganggu terutama di pusat Kota Ambon Kawasan Mangga Dua dan Ponogoro Atas,” kata dia.

Dia menyebutkan,  tiga sampai empat jaringan distribusi mengalami rusak dan sementara diperbaiki. Petugas PDAM telah mengambil  langkah darurat dengan memasang pipa-pipa paralon. Perbaikan belum dilakukan secara permanen, karena talud penahan tanah belum diperbaiki. Jika kita paksakan bangun pipa permanen maka ditakutkan akan  terjadi longsoran susulan dan pipa kembali rusak. Akibat jaringan pipa yang rusak itu, pasokan air bersih ke pusat kota dan beberapa kawasan di Kota Ambon terganggu.

Pasca amblasnya jalan di kawasan Mangga Dua, Kecamatan Nusa­niwe Kota Ambon akibat longsor, warga mulai mengeluhkan air bersih. Pasal­nya, mobil tangki yang selama ini mendistribusikan air ke warga di kawasan tersebut, tidak lagi beroperasi. “Kami RT 06/RW 07 Kelurahan Batu Gajah  Talaga Raja, saat ini susah mendapatkan air bersih karena mobil tangki tidak bisa ke kawasan tersebut akibatputusnya akses jalan Manga Dua Ambon,” jelas warga setempat George Leasa yang juga mantan Dekan Fakultas Hukum Universitas Pattimura (Unpatti) tersebut.

Dirinya atas nama masyarakat meminta pemkot Ambon dan pemprov Maluku untuk ekstra perhatian terhadap kondisi jalan di kawasan Mangga Dua. Kebutuhan masyarakat saat ini lebih penting daripada kegiatan-kegiatan yang bersifat nasional. Untuk saat ini berpikir menyelamatkan masyarakat dari bencana dulu baru kepentingan-kepentingan lainnya.

Sekretaris Fraksi Gerindra Amanat Kedaulatan (F-GAK) DPRD Kota Ambon Leonora Far-Far  mendesak pemkot Ambon untuk segera memperbaiki ruas jalan di Kelurahan Mangga Dua Kecamatan Nusaniwe kota Ambon. Amblasnya ruas jalan di kawasan ini cukup urgen, sehingga butuh perhatian dan penanganan dari pemkot melalui instansi teknis, karena tentunya war­ga kuatir dengan kondisi yang sementara terjadi. Hal ini tidak boleh dibiarkan lama sebab ditakutkan bisa menye­babkan masyarakat yang mengguna­kan sarana terse­but menjadi korban sebab intensitas hujan semakin tinggi.

Selain masalah air bersih, akibat lonsor, ancaman longsor susulan pun mengancam wilayah tersebut. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) kota Ambon harus mengambil langkah cepat. “Kita sangat menyesalkan kinerja BPBD, sebab sesuai  informasi yang disampaikan warga di Mangga Dua telah lapor tetapi tak digubris, mere­ka baru datang melakukan penanganan setelah kejadian terjadi,” kata Leonora secara terpisah. [156]        




Kirim Komentar Anda

Silahkan login untuk memberi komentar

Hanya teks dan link yang diperbolehkan.


Komentar Untuk Artikel Ini

Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!