SP Logo
Selamat datang Tamu   |   
Jumat, 31 Oktober 2014
BS logo

Anwar Ibrahim Pesimis Pemilu Malaysia Bakal Bersih
Selasa, 31 Januari 2012 | 10:41

Anwar Ibrahim. [Google] Anwar Ibrahim. [Google]

[BANDUNG] Mantan wakil perdana menteri Malaysia, Anwar Ibrahim pesimis pelaksanaan pemilihan umum (pemilu) di negaranya bisa berlangsung bersih.

Pemerintah dan partai yang berkuasa, UMNO (Organisasi Nasional Melayu Bersatu) masih banyak melakukan penipuan dalam proses penyelenggaraan pemilu.  

Anwar juga menyoroti soal daftar pemilih untuk pemilu. Menurut tokoh oposisi ini, penyusunan daftar pemilih itu masih bermasalah. Indikasi kecurangan juga muncul dari penolakan pemerintah atas penggunaan tinta hitam pada pemilih yang lazim digunakan pada negara-negara demokratis.  

“Ada warga sulit mendaftar. Ada warga yang mendaftar di Pulau Pinang tapi dapatnya di Selangor. Ada juga pemilih yang hilang,” kata Anwar usai menjadi pembicara kunci dalam acara Sarasehan Nasional Telaah Juang Pemikiran dan Gerakan Dakwah yang digelar oleh Himpunan Mahasiswa Islam di Aula Barat Institut Teknologi Bandung (ITB), baru-baru ini.  

Selain itu, kata Anwar, pemerintah berdasarkan keputusan pengadilan tetap tidak memperbolehkan warga negaranya yang berada di luar negeri untuk menggunakan hak pilihnya. “Padahal di luar negeri itu, ramai pemilih. Alasannya tidak praktis dan sukar. Jika Indonesia bisa melakukan itu, kenapa kita tidak? Ternyata itu semua tujuannya politik,” tegas Anwar.  

Keberpihakan media massa pada penguasa di Malaysia juga menjadi perhatian pihak oposisi. Pada tingkatan domestik, kata Anwar, pihaknya terus melakukan perubahan.  

 Sebagai strategi memenangu pemilu yang akan digelar pada awal tahun mendatang, Anwar sudah menyusun kerangka pembangunan bersama yang disebutnya ‘Buku Jingga’.  

 Poin-poin penting dalam buku itu, antara lain, menetapkan bahasa Melayu sebagai bahasa resmi, mempertahankan hak-hak orang Melayu dan bumi putera, serta tidak menyentuh kedaulatan raja-raja Melayu.  

 “Yang kita tolak adalah dasar ekonomi baru. Seharusnya ekonomi pasar tapi yang afirmatif. Maknanya peduli pada nasib rakyat. Selama ini obsesi menteri ekonomi atau keuangan itu pertumbuhan, investasi, tapi kurang menekankan kesejahteraan rakyat. Bagi saya ini penting, pemerataan kesejahteraan,” ujarnya.   Meski demikian, Anwar optimis dirinya bisa mengambil alih tampuk pimpinan di Malaysia dalam pemilihan umum mendatang. “Saya optimis karena melihat dukungan rakyat,” kata dia.  

Dukungan itu, sambungnya, meningkat sejak dirinya dinyatakan bebas pada tanggal 9 Januari lalu oleh pengadilan tinggi Malaysia terkait tuduhan pelecehan seksual terhadap anak buahnya.   Anwar yang pernah menjabat sebagai menteri keuangan selama delapan tahun itu mengungkapkan, dukungan tersebut tidak akan berarti apabila pelaksanaan pemilu masih diwarnai oleh kecurangan.  

“Kita harus pastikan pemilu berjalan secara bebas dan adil. Jangan ada penipuan. Pastikan pemerintah atau UMNO tidak menggunakannya untuk menipu dan membelakangkan kehendak rakyat,” tegas Anwar.  

Terkait upaya hukum banding dari penuntut umum terkait vonis bebas, orang nomor satu dalam koalisi Pakatan Rakyat ini mengungkapkan, dirinya tidak keberatan dengan langkah tersebut.  

 "Itu urusan mereka. Kalau mau melihat fakta dan keterangan tidak mungkin banding. Faktanya sudah terbongkar," kata dia.  

Anwar menyoroti adanya upaya penipuan dalam kasus pelecehan seksual yang melibatkan dirinya. "Saksi utamanya tidak hadir, nota  pemeriksaan dokter tidak ada, keterangan dokter berbeda dengan yang dituduhkan ke saya," terang Anwar.  

Selepas kunjungan ke ITB, Anwar melakukan pertemuan dengan Ketua Dewan Perwakilan Daerah Irman Gusman dan Ginanjar Kartasasmita sebelum akhirnya memberikan orasi politik dan ekonomi di Taman Ismail Marzuki, Jakarta. [153]    




Kirim Komentar Anda

Silahkan login untuk memberi komentar

Hanya teks dan link yang diperbolehkan.


Komentar Untuk Artikel Ini

Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!