SP Logo
Selamat datang Tamu   |   
Sabtu, 25 Oktober 2014
BS logo

Apriani Tak Punya SIM dan STNK
Senin, 23 Januari 2012 | 12:15



[JAKARTA] Kabid Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Rikhwanto di Jakarta, Senin (23/1), mengatakan, Apriani Susanti, supir Xenia maut yang menabrak sembilan orang pejalan kaki hingga tewas, dan melukai tiga lainnya ternyata tidak memiliki Surat Izin Mengemudi (SIM) A dan Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK).
 
"Saat mengemudi, pengemudi tidak memiliki SIM dan STNK," katanya.   Sementara itu, lokasi kecelakaan maut di Jl Ridwan Rais antara Tugu Monas dan Tugu Tani Jakarta Pusat yang mengakibatkan 12 korban, sembilan di antaranya meninggal dunia, menjadi tontonan warga Ibukota pada Senin.

Polisi masih memasang "police line" di lokasi kejadian. Para pengendara dari arah lampu merah Tugu Tani menuju Monas maupun dari arah Kebon Sirih, pengemudi dan pendara sepeda motor memperlambar laju kendaraan, dan memberi perhatian kepada lokasi kecelakaan yang berada di jalur dari arah Monas dan Gambir.

Sebagian pengemudi, terutama sepeda motor menghentikan kendaraan di pinggir jalan di depan Gedung Alia.

Arus kendaraan dari arah Gambir dan Monas tersendat, karena banyaknya orang yang mengerumuni lokasi kejadian di depan Gedung Kementerian Perdagangan. Selain itu, pengendaran sepeda motor banyak yang berhenti untuk melihat lokasi. Sebagian memotret lokasi dengan telepon genggam.

Lalu lintas yang padat dan tersendat juga dimanfaatkan sebagian orang memotret lokasi kejadian dengan telepon genggam dari mobil. Polisi mengatur arus lalu lintas dari dua arah yang cukup padat dan tersendat.

Beberapa orang yang mendatangi lokasi kejadian sempat menyatakan kegeramannya terhadap pengemudi mobil dalam kecelakaan itu yang mereka lihat di siaran televisi karena tidak menunjukkan rasa sedih atau menangis setelah setelah menabrak. Pengemudi perempuan itu terlihat biasa-biasa saja.

Sementara itu, kepolisian mengumumkan bahwa pengemudi mobil itu, Apriani Susanti positif menggunakan narkoba jenis shabu-shabu saat kecelakaan terjadi.

"Hasil tes urine menyatakan pengemudi dan tiga rekannya yang berada di dalam mobil positif menggunakan narkoba jenis shabu-shabu," kata Rikhwanto di Jakarta, Senin.

Kombes Rikhwanto menambahkan berdasarkan keterangan saksi di tempat kejadian dan pengakuan tersangka, mobil melaju dengan kecepatan tinggi sekitar 100 kilometer perjam. [Ant/L-8]




Kirim Komentar Anda

Silahkan login untuk memberi komentar

Hanya teks dan link yang diperbolehkan.


Komentar Untuk Artikel Ini

Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!