SP Logo
Selamat datang Tamu   |   
Minggu, 23 November 2014
BS logo

Arus Kendaraan Pemudik di Jalinbar Bengkulu Masih Normal
Sabtu, 27 Agustus 2011 | 8:30

Jalinbar Bengkulu [google] Jalinbar Bengkulu [google]

[BENGKULU] Arus kendaraan mudik lebaran tujuan kota di Jawa Sumatera di jalan lintas barat (Jalinbar) Bengkulu pada H-4 Idul Fitri masih terlihat normal, sehingga tidak terjadi kemacetan kendaraan di jalur tersebut.
Diperkirakan arus kendaraan mudik lebaran di Jalinbar Bengkulu akan pada pada H-3 1432 Hijriyan. Hal ini terjadi pada hari tersebut merupakan puncak arus mudik di Bengkulu.
Dari pantauan SP, di lapangan Sabtu (27/8) pagi terlihat arus kendaraan mudik lebaran di Jalinbar Bengkulu pada ruas Bengkulu batas Padang, Sumbar berjalan lancar. Meski sempat terjadi macetan di Desa Air Padang, Kecamatan Air Besi karena pekerjaan perbaikan jembatan, tapi tidak terlalu mengganggu kelancaran kendaraan para pemudik di daerah itu. Hanya saja di jalur jalinbar ini masih banyak terdapat lobang besar yang belum ditutupi oleh Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Provinsi Bengkulu. Akibatnya, kendaraan para pemudik tidak dapat dipacu dengan ketinggi tinggi. Jalinbar Bengkulu yang masih banyak terdapat lobang besar berada pada ruas Sungai Hitam - Ketahun. Di ruas ini masih terdapat ribuan lobang besar dan kecil, sehingga laju kendaraan merayap. Meski pun ada yang sudah ditampal tidak standar hanya ditimbun koral tanpa diaspal. Akibatnya, batu koral yang ditimbun ke dalam lobang berserahkan di badan jalan tersebut, sehingga menghambat laju kendaraan yang melintasi daerah itu.
Kepala Balai Bina Marga Wilayah II Kementerian Pekerjaan Umum, Sumatera Selatan (Sumsel), Bastian Sihombing kepada SP mengatakan, seharusnya lobang yang ada pada ruas jalan Sungai Hitam - Bintunan sudah selesai timbun sebelum angkutan lebaran dimulai.Namun, kenyataan sampai sekarang lobang besar dan kecil pada jalan tersebut masih banyak, sehingga menghambat perjalanan para pemudik tujuan Pulau Jawa dan kota di Sumatera. 
"Kita minta DPU Provinsi Bengkulu segera menuntaskan lobang tersebut, sehingga kendaraan pemudik yang melintas jalan ini dapat berjalan lancar. Dengan demikian, mereka sampai ke tempat tujuan tepat waktu," ujarnya.
Dana untuk menutupi lobang pada ruas jalan Sungai Hitam- Bintunan sudah dialokasikan di APBD 2011. "Jadi, tidak ada alasan bagi satuan perangkat kerja daerah (SKPD) DPU Provinsi Bengkulu tidak bisa menutupi lobang yang ada di ruas jalan tersebut karena dana yang kita sediakan cukup besar miliaran rupiah," ujarnya.
Selain itu, lobang yang ditimbun harus diaspal dan tidak boleh hanya diserahkan koral pada lobang tersebut karena dana yang dialokasikan cukup untuk memdanai pekerjaan tersebut, katanya.
Namun, kenyataan lobang hanya ditimbun hanya menggunakan koral saja. "kita minta lobang yang timbun koral harus diaspal secepatnya. Kalau dibiarkan tidak aspal dapat menyebabkan para pengguna jalan mengalami kecelakaan," ujarnya.[143]




Kirim Komentar Anda

Silahkan login untuk memberi komentar

Hanya teks dan link yang diperbolehkan.


Komentar Untuk Artikel Ini

Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!