SP Logo
Selamat datang Tamu   |   
Kamis, 23 Februari 2017
BS logo

AS Klaim Tewaskan 60.000 Milisi IS
U-5 | Kamis, 16 Februari 2017 | 12:20

Milisi kelompok Negara Islam di Suriah dan Irak (ISIS) atau IS. [Istimewa] Milisi kelompok Negara Islam di Suriah dan Irak (ISIS) atau IS. [Istimewa]

[WASHINGTON] Pasukan Amerika Serikat (AS) dan sekutunya mengklaim telah menewaskan 60.000 milisi Negara Islam (IS) dalam operasi militer di sejumlah negara. Laporan itu disampaikan Komandan Militer AS Letnan Jenderal Raymond Thomas di Senat AS, Selasa (14/2).

Angka perkiraan itu sedikit lebih tinggi dari yang pernah dilaporkan para pejabat AS pada Desember 2016 yakni 50.000 orang.

Thomas, yang juga memimpin Angkatan Laut dan Tentara Pasukan Khusus AS telah memperingatkan kehati-hatian atas pernyataannya. Thomas tetap menyebut total dampak serangan sebagai ukuran efektivitas serangan anti-IS.

“Saya tidak menekankan jumlah milisi yang tewas, kecuali itu masalah. Jadi apabila saudara sebangsa saya minta, apakah Anda memerlukan langkah-langkah yang lebih agresif, saya nyatakan kami dalam kondisi baik dan banyak hasil,” katanya di konferensi Asosiasi Industri Pertahanan Nasional di pinggiran kota Washington, DC.

Peningkatan dampak serangan AS antara Desember dan saat ini mungkin dipicu peningkatan serangan di Mosul (Irak), dan Raqqa (Suriah). Tetapi juga milisi yang tewas secara umumnya agak meragukan karena beberapa alasan.Dalam kasus IS, sangat sulit untuk menghitung jumlah milisi kelompok teroris.

Menurut Military.com, lembaga pemantau hak-hak asasi manusia untuk Suriah pada tahun 2014, kelompok IS memiliki 100.000 militan di Irak dan Suriah. Sementara Pentagon menyatakan saat musim panas 2016, hanya ada 15.000 hingga 20.000 orang milisi di kedua negara.

Persoalan jumlah milisi IS yang tewas menjadi rumit saat Menteri Pertahanan Inggris Michael Fallon menyebut perkiraan jumlah yang berbeda. “Lebih dari 25.000 milisi Daesh telah dibunuh,” kata Fallon pada bulan Desember.

Chuck Hagel yang pernah menjadi menteri pertahanan AS mengecam pengumuman jumlah milisi IS yang telah ditembak mati. Dia meminta kemenhan tidak mengumumkan hal seperti itu.

“Referensi mengenai jumlah musuh yang dibunuh adalah perkiraan, bukan gambaran yang tepat. Saat jumlah musuh yang terbunuh adalah satu ukuran kesuksesan militer, koalisi tidak menggunakan hal ini sebagai memastikan efektivitas serangan untuk mengalahkan IS,” tambah Christopher Sherwood, juru bicara Dephan AS. [CNN/U-5]




Kirim Komentar Anda


Pasang iklan disini via B1 Ads