SP Logo
Selamat datang Tamu   |   
Senin, 27 Maret 2017
BS logo

AS Siap Bela Korsel dan Jepang dengan Kekuatan Nuklir
C-5 | Jumat, 17 Februari 2017 | 11:44

Menlu Jepang Fumio Kishida (kiri), Menlu AS Rex Tillerson (tengah) dan Menlu Korea Selatan Yun Byung-Se (kanan) akan menggelar pertemuan di  Pusat Konferensi Dunia, Bonn, Jerman, Kamis (16/2). [AFP]
Menlu Jepang Fumio Kishida (kiri), Menlu AS Rex Tillerson (tengah) dan Menlu Korea Selatan Yun Byung-Se (kanan) akan menggelar pertemuan di Pusat Konferensi Dunia, Bonn, Jerman, Kamis (16/2). [AFP]

[BONN] Amerika Serikat (AS) menegaskan komitmennya untuk membela sekutunya, Korea Selatan dan Jepang. Lewat Menteri Luar Negeri Rex Tillerson, pada Kamis (16/2), AS berjanji akan menggunakan seluruh persenjataannya termasuk nuklir jika diperlukan untuk melawan Korea Utara.

“AS tetap teguh dalam komitmen pertahanannya kepada para sekutunya, Republik Korea (Korsel) dan Jepang, termasuk komitmen untuk menyediakan perluasan pencegahan, didukung oleh jangkauan penuh nuklirnya dan kemampuan pertahanan konvensional,” kata Tillerson dalam pernyataan bersama di sela-sela pertemuan menteri luar negeri G-20 di Bonn, Jerman.

Korut telah berulang kali meluncurkan rudal, meskipun Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) telah menerapkan sanksi. Pada 2016, Korut melakukan dua kali uji nuklir untuk mengembangkan sistem persenjataan yang mampu menghantam AS. Pyongyang mengklaim uji rudal terakhirnya hari Minggu lalu, mampu membawa hulu ledak nuklir.

Sementara itu, Seoul menyatakan roket Korut terbang sejauh 500 kilometer sebelum jatuh di Laut Jepang (Laut Timur). Pernyataan bersama ketiga menlu itu menyebutkan Tillerson bersama Menlu Korsel Yun Byung-Se, dan Menlu Jepang Fumio Kishida, mengutuk uji rudal Korut yang secara mencolok berkali-kali mengabaikan resolusi Dewan Keamanan (DK) PBB.

“Para menlu mengutuk dalam istilah terkuatnya, uji rudal balistik Korut pada 12 Februari 2017, menunjukkan Korut mengabaikan berbagai resolusi DK PBB yang secara terbuka melarang program rudal dan nuklirnya,” sebut pernyataan ketiga menlu.

Ketiga negara juga menyatakan akan bekerja sama untuk memastikan pelanggaran di masa depan akan mendapatkan tanggapan internasional yang lebih kuat. Pyongyang juga diminta menghentikan program nuklir dan rudalnya.

Tak lama setelah uji rudal oleh Korut, Presiden AS Donald Trump menyatakan bahwa negara itu adalah sebuah masalah besar. “Kami akan mengatasinya dengan sangat keras,” kata Trump.

Pada awal bulan ini dalam kunjungan ke Seoul dan Tokyo, Menteri Pertahanan AS James Mattis mengatakan penggunaan senjata nuklir akan mendapat tanggapan yang efektif dan luar biasa. AS memiliki kehadiran utama militer baik di Jepang maupun Korsel selama beberapa dekade, tapi komitmen pertahanannya telah memperumit hubungannya dengan Tiongkok selaku sekutu utama Korut. [AFP/Reuters/BBC/C-5]




Kirim Komentar Anda


Pasang iklan disini via B1 Ads