SP Logo
Selamat datang Tamu   |   
Minggu, 26 Oktober 2014
BS logo

Bantuan Siswa Miskin Disalurkan 21 Juli 2013
Selasa, 25 Juni 2013 | 12:14

Anak SD makan jajanan di luar sekolah [google] Anak SD makan jajanan di luar sekolah [google]

[JAKARTA] Wakil Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Bidang Pendidikan Musliar Kasim mengatakan, bantuan siswa miskin (BSM) akan mulai disalurkan tgl 21 Juli 2013, saat awal tahun ajaran baru 2013/2014.

BSM disalurkan kepada 16,6 juta siswa miskin di bawah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dan Kementerian Agama.

"Dari 21 Juli sampai dengan September 2013. Mulai tahun ajaran baru. Ini untuk biaya personal, jadi kalau anak mau beli baju, kelengkapan sekolah, akan diberikan ke mereka," kata Musliar kepada SP di Jakarta, Selasa (25/6).

Musliar mengatakan dana BSM yang diterima siswa per tahun pada jenjang SD naik dari Rp 360.000 menjadi Rp 450.000, jenjang SMP naik dari Rp 560.000 menjadi Rp 750.000.

Sedangkan untuk jenjang SMA sederajat tetap Rp 1 juta. Selain itu, siswa penerima juga akan mendapatkan dana lebih sebesar Rp 200.000 yang diberikan hanya sekali dari alokasi APBN Perubahan (APBN-P) 2013. Sedangkan untuk pembagiannya, BSM akan diberikan kepada siswa setiap semester.

"Khusus siswa penerima BSM dari APBN-P 2013 akan ada manfaat tambahan Rp 200.000," kata Musliar.

Musliar mengungkapkan BSM diberikan kepada keluarga yang memiliki Kartu Perlindungan Sosial (KPS). Itu berarti penerima BSM juga merupakan penerima Bantuan Langsung Siswa Miskin (BLSM).

Namun, menurut Musliar, BLSM diterima insidental atau hanya sekali sedangkan BSM merupakan bantuan sampai siswa lulus.

Musliar menambahkan siswa yang tidak terdaftar sebagai penerima BSM bisa mengusulkan ke sekolah untuk mendapatkan BSM.

Meski disalurkan mulai awal tahun ajaran, tidak menutup kemungkinan BSM diberikan saat pertengahan tahun ajaran. Pemerintah sudah menyiapkan cadangan untuk penerima BSM sebanyak 875.000 siswa.

"Dia tidak terdaftar dalam KPS, tapi betul-betul miskin. Itu bisa diusulkan oleh sekolah. Kita ada buffer sebanyak 875.000," ujarnya.

Alokasi dana BSM berdasarkan APBN-P 2013 sebanyak Rp 7,43 triliun untuk 16,6 juta siswa. Kemdikbud akan menyalurkan sebanyak Rp 6,04 triliun bagi 13,53 juta siswa, sedangkan Kemag akan menyalurkan sebanyak Rp 1,39 triliun bagi 3,07 juta siswa.

Jumlah ini belum termasuk untuk tambahan sasaran beasiswa Bidikmisi sebanyak Rp 100,8 miliar (Kemdikbud Rp 53,4 miliar dan Kemag Rp 47,4 miliar)

Sebelumnya, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Mohammad Nuh mengatakan BSM akan langsung disalurkan ke rekening siswa penerima.

Menurut Nuh, penyimpangan dana BSM akan sangat kecil karena dananya disalurkan melalui PT POS Indonesia dan penerimanya sudah ditetapkan sebelumnya.

Penyaluran BSM dilakukan sebagai kompensasi atas kenaikan harga BBM, jumlah penerima BSM dari Kemdikbud naik lipat dua lebih menjadi sekitar 14 juta orang.

Selain jumlah penerimanya yang diperbanyak, satuan biayanya (unit cost) juga dinaikkan. [C-5]




Kirim Komentar Anda

Silahkan login untuk memberi komentar

Hanya teks dan link yang diperbolehkan.


Komentar Untuk Artikel Ini

Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!