SP Logo
Selamat datang Tamu   |   
Sabtu, 25 Oktober 2014
BS logo

Banyak Kecurangan, Ratusan Warga Lebak Tuntut Pilkada Ulang
Kamis, 5 September 2013 | 8:06

Ilustrasi Pilkada [google] Ilustrasi Pilkada [google]

[LEBAK]  Ratusan warga  Lebak  melakukan aksi unjuk rasa  di halaman Kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Lebak.   

Mereka menuntut agar  KPU menyelenggarakan   pemilihan kepala daerah (pilkada)  ulang di  Lebak.

Tuntutan ratusan warga Lebak ini berdasarkan fakta yang mereka temukan di lapangan pada pelaksanaan pilkada Lebak, Sabtu (31/9) lalu bahwa pasangan nomor urut 3 Iti Octavia Jayabaya-Ade Sumardi (Ide) melakukan pengerahan birokrasi untuk memenangkan pilkada.

 Pengerahan birokrasi yang diduga dilakukan oleh Bupati Lebak Mulyadi Jayabaya untuk memenangkan putrinya Iti Octavia Jayabaya ini begitu masif, terencana dan terstruktur.

Mulai dari ketua RT/RW, lurah/kepala desa, camat, kepala bagian hingga kepala dinas bahkan sekretaris daerah, dikerahkan untuk memenangkan pasangan nomor urut 3 Iti-Ade.

Bahkan masyarakat menuding Bupati Mulyadi Jayabaya  menggunakan dana Badan Amil dan Zakat Daerah  (Bazda) untuk  pemenangan pasangan Iti Octavia Jayabaya – Ade Sumardi.

Berdasarkan pantuan,  ratusan massa   yang hendak melakukan aksi di  halaman KPU Lebak  dihalangi oleh petugas kepolisian dengan memasang kawat berduri di depan Kantor KPU Lebak.

Ratusan massa terpaksa  menggelar aksinya di depan Kantor Bazda Lebak, yang letaknya bersebelahan dengan kantor KPU.

Petugas kepolisian memblokir halaman Kantor KPU Lebak  bertujuan agar massa  tidak merangsek masuk  ke Kantor KPU.

Kendati demikian,  tiga perwakilan dari massa pengunjuk rasa diizikan  masuk ke kantor KPU untuk berdialog dengan komisioner KPU.

Iman Sampurna, koordinator aksi menegaskan  KPU harus menyelenggarakan pilkada ulang di  Lebak.

Sebab, banyak kecurangan  yang dilakukan pasangan nomor urut  3,Iti Octavia Jayabaya-Ade Sumardi, serta orang tua Iti  yang juga Bupati Lebak,Mulyadi Jayabaya. 

“KPU harus bertindak tegas. Kami menuntut agar dilaksanakan pilkada  ulang di Lebak ini. Sebab sangat banyak kecurangan yang kami temukan,” kata Iman saat berorasi.

Iman juga mengatakan, hampir di  seluruh kecamatan dan desa di Lebak terjadi banyak kecurangan. Mulai dari mobiliasai PNS, camat kampanye ,pengelembungan suara, politik uang,serta kampanye penghinaan terhadap  warga Baduy. 

“Diduga pasangan nomor urut 3 juga menggunakan dana Bazda memenangkan pilkada. Karena itu,, KPU harus melakukan pilkada ulang. Sebab ini sudah mencederai  demokrasi,” tegas Iman.

Setelah beberapa lama berorasi, Iman dan dua rekannya masuk ke Kantor KPU Lebak, dan diterima oleh anggota KPU Lebak, Cr Nurdin dan Ela Widasari.

Iman dan kedua rekannya  menyerahkan catatan bukti  puluhan pelanggaran yang dilakukan  pasangan nomor urut 3.

Di hadapan perwakilan massa itu, Cr Nurdin mengatakan,bahwa pihaknya berterima kasih kepada ratusan warga yang melakukan aksi secara damai.

Sementara megenai  permintaan kepada KPU untuk menangani pelanggaran, KPU menyatakan hal itu kewenangan Panwas.

“Jika  ada yang tidak puas  dengan hasil pilkada  Lebak 2013 ini, nanti bisa mengajukan gugatan keMahkamah Konstitusi (MK). Penyelesaian persoalan sengketa pilkada lebih baik  ditempuh lewat jalur hukum yakni menggugat ke MK,” ujarnya.

Sementara itu Ela,  mengajak kepada warga Lebak supaya menyaksikan pleno perhitungan hasil pemungutan suara  nanti di KPU Lebak.

“Kami  meminta warga atau tim sukses dari pasangan calon untuk membawa hasil perhitungan yang didapatkan dari saksi-saksi tim  di TPS. Nanti kita bisa cocokan di pleno KPU,” ujarnya.

Untuk diketahui, pilkada Lebak yang dilaksanakan Sabtu (31/8) lalu  diikuti oleh tiga pasangan calon yakni pasangan Pepep Faisaludin-Aang Rasidi (Panglima) dengan nomor urut 1 dari jalur independen.

Selain itu, pasangan nomor urut 2, Amir Hamzah-Kasmin (Hak) yang diusung Partai Golkar.

Amr Hamzah merupakan wakil bupati Lebak aktif,  sementara Kasmin merupakan Ketua DPD II Partai Golkar Lebak, selaku anggota DPRD Banten. Kasmin merupkan warga Baduy.

Sedangkan pasangan nomor urut 3 yakni Iti Octavia Jayabaya-Ade Sumardi (Ide)  diusung oleh tujuh partai  yaitu  Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP),  Partai Demokrat, Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Partai Keadilan Sejahtera (PKS),  Partai Gerindra dan Partai Kebangkitan Nahdatul Ulama (PKNU). 

Iti Octavia Jayabaya merupakan anak kandung Bupati Lebak Mulyadi Jayabaya. Iti juga  sebagai anggota DPR RI dari Fraksi Partai Demokrat selaku Ketua DPC Partai Demokrat Lebak. [149]




Kirim Komentar Anda

Silahkan login untuk memberi komentar

Hanya teks dan link yang diperbolehkan.


Komentar Untuk Artikel Ini

Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!