SP Logo
Selamat datang Tamu   |   
Selasa, 21 Oktober 2014
BS logo

Belasan Penumpang Bus Tewas di Aek Latong
Senin, 27 Juni 2011 | 7:47

Beginilah kondisi jalan di di kawasan Aek Latong, Sipirok, kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel), Sumatera Utara (Sumut). Foto diambil baru-baru ini. (Foto: SP/Henry Sitinjak)
Beginilah kondisi jalan di di kawasan Aek Latong, Sipirok, kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel), Sumatera Utara (Sumut). Foto diambil baru-baru ini. (Foto: SP/Henry Sitinjak)

[MEDAN] Sebanyak 17 penumpang bus Antar Lintas Sumatera (ALS) Jurusan Kota Medan- Bengkulu, tewas setelah mobil bernomor polisi BK 7088 DL tersebut jatuh ke jurang di kawasan Aek Latong, kecamatan Sipirok, kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel), Sumatera Utara (Sumut), Minggu (26/6) dini hari pukul 03.00 WIB.

Kecelakaan terjadi setelah bus ALS tersebut tidak kuat menaiki tanjakan Aek Latong, jalan negara yang selama ini dikenal rawan kemacetan dan kecelakaan. Bus terseret mundur tidak terkontrol dan akhirnya nyebur ke lembah berisi genangan air sedalam lima meter.

Namun nama para korban keseluruhan hingga kini belum diketahui secara pasti. “Memang sudah banyak yang menelepon dan mendatangi kantor kami. Namun,sampai saat ini kita belum ada menerima nama-nama yang meninggal,” kata Staf  Hubungan Masyarakat (Humas) PT ALS Alwi Matondang yang dihubungi, Minggu (26/6) malam.

Dia mengaku, pihaknya memberangkatkan bus tersebut Jumat (24/6) malam dengan jumlah 36 penumpang dari kapasitas maksimal 45 penumpang. Para penumpang yang berangkat mayoritas dengan tujuan Pasaman, Bukit Tinggi dan Bengkulu. “Sebelum berangkat, bus ALS tersebut telah diperiksa dan dalam kondisi baik. Memang ketika berjalan, bus tersebut sempat mengalami rusak di daerah sebelum Tarutung, Tapanuli Utara (Taput). Namun tidak tahu persis bagian apa yang rusak,” ujarnya.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, para korban yang tewas sebagian besar orang tua dan anak-anak. Mereka sebelumnya tertidur lelap di dalam bus mengingat kondisi saat itu dini hari dan tidak sempat menyelamatkan diri. Sedangkan para penumpang yang terjaga, sudah terlebih dahulu keluar dan berjalan kaki menaiki tanjakan tersebut.

Selama bertahun-tahun, kondisi jalan negara sepanjang dua kilometer yang menjadi penghubung provinsi Sumut-provinsi Sumbar itu, dinyatakan selalu bergeser dan mengalami penurunan karena diklaim berada di daerah patahan gempa. Pemerintah belum mempunyai solusi mengatasi kondisi jalan negara dimaksud. [151]




Kirim Komentar Anda

Silahkan login untuk memberi komentar

Hanya teks dan link yang diperbolehkan.


Komentar Untuk Artikel Ini

Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!