SP Logo
Selamat datang Tamu   |   
Rabu, 22 Oktober 2014
BS logo

Bocoran Baru Snowden Soal Pengintaian Rahasia Terungkap
Kamis, 1 Agustus 2013 | 14:31

Mantan agen mata-mata Amerika Serikat (AS)  Edward Snowden [Istimewa] Mantan agen mata-mata Amerika Serikat (AS) Edward Snowden [Istimewa]

[WASHINGTON] Bocoran baru dari mantan pegawai kontrak keamanan, Edward Snowden, bahwa badan-badan intelijen Amerika Serikat memiliki akses kepada alat pelacakan dunia maya yang luas, muncul hari Rabu.

Bocoran baru itu terungkap di saat para anggota parlemen menempatkan program pengintaian rahasia di bawah pengawasan lebih ketat.

The Guardian, yang mengutip dokumen-dokumen dari Snowden, menerbitkan bahan-bahan pelatihan Badan Keamanan Nasional AS (NSA) untuk program XKeyscore, yang digambarkan koran itu sebagai sistem paling luas yang bisa menjangkau "hampir semua hal yang dilakukan pengguna Internet." Para analis intelijen bisa menjalankan pengintaian melalui XKeyscore dengan mengisi formulir di layar kaca sebagai "pembenaran yang luas" bagi pencarian dan tidak ada pemeriksaan yang dilakukan oleh pengadilan ataupun staf NSA, kata Guardian.

Pembocoran informasi oleh Snowden kepada media bahwa badan-badan intelijen AS mengumpulkan data pembicaraan telepon dan sarana-sarana komunikasi lainnya --yang dilakukan oleh warga Amerika dan warga negara asing sebagai alat untuk memerangi terorisme-- telah menimbulkan kegemparan di Amerika Serikat dan luar negeri.

Para pejabat intelijen mengatakan program-program tersebut membantu upaya menggagalkan serangan teroris.

"Anggapan bahwa pengumpulan data oleh NSA sebagai sebuah tindakan sewenang-wenang dan tanpa hambatan adalah hal yang tidak benar," kata badan tersebut dalam sebuah pernyataan.

Pernyataan itu dikeluarkan sebagai tanggapan terhadap laporan terbaru Guardian, yang menyebut program XKeyscore sebagai bagian dari "sistem pengumpulan data intelijen sinyal asing yang sah oleh NSA".

Para anggota parlemen telah mendesak dilakukannya pengawasan yang lebih ketat terhadap sistem pengintaian luas, yang dikembangkan secara cepat setelah peristiwa serangan 11 September tahun 2001 ke Amerika Serikat.

Para pejabat intelijen dicecar dalam sidang Komite Peradilan Senat AS pada hari Rabu terkait pengumpulan data, kurangnya keterbukaan serta lemahnya pengamanan hingga membuat Snowden bisa membawa pergi begitu banyak data.

Snowden telah dijatuhi tuntutan melanggar Undang-Undang Spionase AS dan paspornya telah dibatalkan.

Ia meninggalkan Hong Kong lebih dari sebulan yang lalu dan terjebak dalam ketidakpastian status hukum di bandar udara Moskow sementara ia mencari suaka di Rusia, negara yang menolak untuk menyerahkannya kepada AS.

"Saya memahami bahwa memang sulit berbicara tentang program-program rahasia di depan umum, tapi rakyat Amerika berharap dan layak mendapatkan jawaban yang jujur," kata Senator Demokrat Patrick Leahy, yang juga merupakan ketua komite, dalam sidang tersebut.

Pembocoran terbaru informasi rahasia itu muncul di saat Direktur Intelijen Nasional mengeluarkan tiga dokumen yang dicabut status kerahasiaannya dalam "kepentingan keterbukaan yang meningkat," yang menjelaskan kumpulan data komunikasi melalui telepon dalam jumlah yang sangat besar.

Hal itu merupakan informasi salah satu program pengintaian rahasia yang dibocorkan oleh Snowden dua bulan lalu. [Ant/L-9]




Kirim Komentar Anda

Silahkan login untuk memberi komentar

Hanya teks dan link yang diperbolehkan.


Komentar Untuk Artikel Ini

Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!