SP Logo
Selamat datang Tamu   |   
Senin, 20 Oktober 2014
BS logo

BPK Sulit Audit Kasus Century
Sabtu, 10 Desember 2011 | 14:21

Wakil Ketua BPK, Hasan Bisri Wakil Ketua BPK, Hasan Bisri


[JAKARTA] Wakil Ketua Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), Hasan Bisri mengatakan bahwa laporan tahap pertama terkait permintaan audit forensik dana talangan (bailout) Bank Century sebesar Rp 6,7 triliun diupayakan akan diberikan kepada Instansi penegak hukum pada bulan Desember ini. Tetapi BPK menemukan kesulitan dalam mengaudit kasus itu.

"Soal Century kami terus berupaya dalam bulan Desember ini laporannya akan disampaikan kepada DPR. Meskipun, belum seluruhnya bisa ditelusuri. Tetapi,kami akan usahakan dalam bulan Desember ini paling
tidak laporan tahap pertama bisa kita sampaikan kepada DPR, KPK dan aparat  penegak hukum lainnya," kata Hasan Bisri usai menghadiri acara peringatan Hari Antikorupsi Internasional di kantor KPK, Jakarta, Jumat (9/12).

Menurut Hasan, BPK mengalami beberapa kesulitan untuk melakukan audit forensik tersebut. Kesulitan pertama, begitu banyak rekening yang harus diteliti dan ditelusuri. Di mana, ada ratusan ribu bahkan jutaan transaksi yang harus didalami.

"Sekarang yang sudah kita saring itu kira-kira 20 ribu rekening dari awalnya ada 80 juta transaksi mencurigakan. Coba dibayangkan bank itu kan masih aktif uang keluar masuk kan tiap hari," ungkap Hasan.

Kesulitan kedua, lanjut Hasan, adalah kesulitan meminta informasi karena orang-orang penting yang akan dimintai keterangan sebagian berstatus sebagai buron. Seperti, Dewi Tantular, Hesyam dan Rafat.
Padahal, keterangannya sangat dibutuhkan.

Lebih lanjut, Hasan mengatakan bahwa sesungguhnya audit pertama yang telah dilakukan BPK, yaitu audit investigatif sudah final. Dengan kata lain, sudah jelas ditemukan ada tiga jenis tindak pidana, yaitu tindak pidana perbankan, tindak pidana umum dan tindak pidana korupsi (tipikor).

Tetapi, lanjut Hasan, BPK saat ini dalam posisi menghormati KPK. Sehingga, tidak mendorong atau turut campur dalam kasus Bank Century.

Seperti diketahui, KPK mengaku belum menemukan adanya unsur tindak pidana korupsi terkait turunnya dana talangan sebesar Rp 6,7 triliun kepada Bank Century. Sehingga, akhirnya BPK turun tangan melakukan audit forensik. [N-8]




Kirim Komentar Anda

Silahkan login untuk memberi komentar

Hanya teks dan link yang diperbolehkan.


Komentar Untuk Artikel Ini

Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!