SP Logo
Selamat datang Tamu   |   
Sabtu, 29 November 2014
BS logo

Buruh Jateng Tolak Inpres Upah Minimum
Kamis, 5 September 2013 | 7:13

Ilustrasi buruh pabrik [solopos] Ilustrasi buruh pabrik [solopos]

[SEMARANG] Serikat Pekerja Nasional (SPN) Kota Semarang menolak Instruksi Presiden (Inpres) tentang kenaikan upah minimum. 

Inpres itu dituding hanya cara untuk menekan upah buruh agar kembali murah atas tekanan Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) dan pengusaha hitam.

Jurubicara SPN Ahmad Zainudin saat berunjukrasa di Gedung DPRD Jateng, Rabu (4/9) menilai, Inpres yang segera dikeluarkan pemerintah cacat hukum karena melanggar Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 dan Permenakertrans No 12 Tahun 2013.

Sebab, aturan yang berlaku, penetapan Upah Minimum Provinsi (UMP) dan Upah MinimumKabupaten/Kota (UMK) adalah kewenangan gubernur berdasarkan rekomendasi bupati setelah survei kebutuhan hidup layak (KHL) dilakukan oleh dewan pengupahan.

"Jadi bukan ditentukan oleh pemerintah pusat seperti dalam bentuk Inpres itu," tegas Zainudin.

Menurut SPN, Inpres tersebut merupakan bentuk kengawauran dan kepanikan Menko perekonomian, menteri Perindustrian dan Apindo.

"Survei KHL saja belum dilakukan, bagaimana bisa nilai UMP/UMK sudah ditentukan 10% dari inflasi tahun sebelumnya," katanya.

SPN juga menilai Upah Minimum Kota (UMK) Semarang paling rendah dibanding kota besar lain di Indonesia. Begitu juga UMK rata-rata 35 kabupaten kota di Jateng yang paling rendah se-Pulau Jawa.

UMK di Kota Semarang tahun 2013 ini sebesar Rp 1.209.500. Kalah dibanding Bandung yang sebesar  Rp 1.538.703 dan Surabaya Rp 1.740.000.

Bahkan masih kalah dibanding Banjarmasin yang sebesar Rp 1.337.500, Pekanbaru Rp 1.450.000, Palembang Rp 1.451.000, Makasar Rp 1.500.000, dan Medan Rp 1.650.000.

UMK tertinggi di Indonesia ada di DKI Jakarta Rp 2.200.000, dan Balikpapan di urutan kedua dengan jumlah Rp 1.752.500. [142]




Kirim Komentar Anda

Silahkan login untuk memberi komentar

Hanya teks dan link yang diperbolehkan.


Komentar Untuk Artikel Ini

Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!