SP Logo
Selamat datang Tamu   |   
Senin, 22 Desember 2014
BS logo

Daniel Mananta Bangga Produk Lokal
Sabtu, 16 Maret 2013 | 7:57

Daniel Mananta. [SP/Hendro Situmorang] Daniel Mananta. [SP/Hendro Situmorang]

Cintailah produk negeri sendiri. Itulah yang terucap dari presenter Daniel Mananta. Seharusnya masyarakat tak perlu malu dengan memakai produksi hasil dalam negeri.

Sebaliknya justru bangga, karena tak kalah saing dengan produk-produk luar negeri.      

Sebagai pekerja hiburan dan pebisnis, kegiatan Daniel banyak memerlukan gadget untuk mempermudah pekerjaannya. Diakui bahwa untuk gadget menjadi seorang pemilih.

Hal itu dikarenakan suka memasukkan film dan budget pengeluaran kedalam teknologi tersebut. Selain itu juga suka bermain games.      

”Untuk itulah gue mau menjadi brand ambassador dari produk lokal khususnya tablet buatan Indonesia, Advan. Ini produk Indonesia yang bisa bersaing dengan produk-produk luar.Dari sisi desain  tidak ada bedanya dengan iPad mini. Gue selalu mengoptimalkan tablet PC ini sebagai sarana browsing internet, preview film,” ujarnya saat peluncuran Advan Vandroid  T5-A di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (15/3).      

Menurut mantan VJ MTV itu, ia sangat selektif setiap mendapat tawaran untuk mengiklankan dan menjadi ikon suatu produk tertentu. Daniel harus selalu cek terlebih dahulu krebilitasnya. Bila bagus baru diterimanya.      

Setelah ia dan manajemen mempelajari produk ini, ternyata Advan merupakan produk Indonesia yang paling banyak dicari selain produk-produk gadget buatan luar negeri.

Hal itu menandakan sudah terbukti kualitasnya. Namun yang terpenting adalah kecintaannya pada produk lokal buatan anak bangsa.      
“Kita harus mencintai produk Indonesia, orang Indonesia sangat cerdas dan kreatif bisa menghasilkan produk teknologi yang bagus dengan fitur yang lengkap dan harga yang bersahabat dengan kantong orang Indonesia,” kata Daniel yang serius menggeluti usaha  clothing dengan brand Damn! I Love Indonesia.      

Walaupun menjadi seorang brand ambassador sebuah gadget, Daniel bukan termasuk tipe orang yang sangat bergantung pada sebuah gadget.

”Ada kan orang yang sampai kalau ketinggalan gadget seakan hidupnya berakhir. Tapi gue nggak tergantung banget sama gadget,” terangnya.      

Dicontohkan, ketika sedang nge-gym, Daniel memasukan gadgetnya ke loker agar dapat fokus dengan latihan. Selain itu, bila sedang bersantai di rumah, gadget ditinggal di kamar, agar bisa menikmati suasana rumah sekaligus menonton. [H-15]




Kirim Komentar Anda

Silahkan login untuk memberi komentar

Hanya teks dan link yang diperbolehkan.


Komentar Untuk Artikel Ini

Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!