SP Logo
Selamat datang Tamu   |   
Minggu, 25 Juni 2017
BS logo

DPR Bentuk Kaukus UU Desa
Kamis, 13 Maret 2014 | 23:40

Ilustrasi pertemuan di Balai Desa [google] Ilustrasi pertemuan di Balai Desa [google]

[JAKARTA] Sejumlah anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) lintas komisi
dan fraksi ditambah unsur Dewan Perwakilan Daerah (DPD) membentuk
kaukus parlemen untuk desa.

Tujuannya mengawal pelaksanaan Undang-Undang No 6 Tahun 2014 tentang Desa
yang baru disahkan15 Januari 2014. 

Ketua kaukus parlemen untuk desa, Akhmad Muqowam mengemukakan
pembentukan kaukus didasarkan atas kekuatiran terhadap pelaksanaan
UU Desa yang dapat diselewengkan dalam implementasinya.

Menurutnya,  pembangunan desa adalah kepedulian lintas komisi, lintas fraksi
di DPR dan bahkan menjadi komitmen DPD.“Harus dipastikan bahwa
UU Desa dapat dilaksanakan dengan benar dan konsisten melalui
pengawasan masyarakat dan anggota parlemen yang peduli terhadap
 masalah pembangunan desa,” kata Muqowam di Jakarta, Kamis (13/3).

Secara rinci, politisi dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP) itu
 menjelaskan kaukus dibentuk atas dasar pemikiran bahwa Undang-Undang
Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa, membawa misi
paradigma baru implementasi konsepsi negara kesejahteraan (welfare state)
sesuai dengan amanat UUD 1945.

Di dalamnya mencakup pengoptimalan APBN sebagai instrumen fiskal,
meningkatkan peran keswadayaan dan pemberdayaan, hak milik
fungsi sosial yakni bumi, dan air dan kekayaan alam terkandung
di dalamnya dikuasai oleh negara dan dipergunakan
untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat. UU Desa juga mengubah cara
pandang pembangunan, bahwa kesejahteraan dan kemakmuran ekonomi
 tidak selamanya berada di kota atau
perkotaan.

“Undang-Undang Desa mengantar kita agar dalam membangun Indonesia,
haruslah dimulai dari Desa. Desa menjadi bagian terdepan dari upaya gerakan
pembangunan yang berasal dari prakarsa masyarakat, guna mencapai
 kesejahteraan dan kemakmuran, sekaligus berkeadilan dan berkesinambungan,”
jelasnya.

Pengurus kaukus terdiri dari sepuluh orang yang mewakili sembilan fraksi DPR
 dan DPD. Kaukus ini dibentuk 7 Maret 2014, di mana Akhmad Muqowam (FPPP)
sebagai Ketua. Kemudian Totok Daryanto (FPAN) sebagai Wakil Ketua).

Pengurus lainnya adalah Budiman Sudjatmiko (FPDIP-Wakil Ketua), Ibnu Munzir
(FPG-Wakil Ketua), Paula Sinjal (FPD-Wakil Ketua), Jacob Jack Ospara
(DPD-Sekretaris), Agoes Poernomo (FPKS-Wakil Sekretaris), Abdul Malik
Haramain (FPKB-Wakil Sekretaris), Miryam S Haryani
(FPHanura-Bendahara), Rindoko Dahono Wingit (FPGerindra-Wakil Bendahara.

Kegiatan utama kaukus adalah menjadi mitra diseminasi dan sosialisasi UU Desa
bersama dengan pemerintah sekaligus menjadi mitra diskusi
dengan pemerintah dalam penyusunan Peraturan Pemerintah dan Peraturan Perundang-
undangan lainnya.

Selain itu menjadi mitra Pemerintah dalam pengawasan terhadap
pelaksanaan UU Desa. [R-14/N-6] 



Kirim Komentar Anda


Pasang iklan disini via B1 Ads