SP Logo
Selamat datang Tamu   |   
Sabtu, 1 November 2014
BS logo

Dubes RI di Kolombia Bakal Dimintai Keterangan
Rabu, 24 Agustus 2011 | 14:51

Michael Menufandu dan M Nazaruddin [google] Michael Menufandu dan M Nazaruddin [google]

[JAKARTA] Duta Besar (Dubes) Republik Indonesia (RI) untuk Kolombia, Michael Menufandu akan dimintai keterangan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada pertengahan bulan September mendatang.

"Sudah ada pembicaraan lisan dengan Dubes RI untuk Kolombia. Dimana, sampai akhir bulan Agustus ini yang bersangkutan tidak bisa (memenuhi panggilan KPK)," kata Johan di kantor KPK, Jakarta, Rabu (24/8).

Tetapi, lanjut Johan, yang bersangkutan (Menufandu) kemungkinan bisa dimintai keterangan pada pertengahan bulan September mendatang.

Seperti diketahui, Wakil Ketua KPK Bidang Pencegahan, M Jasin mengatakan surat pemanggilan yang ditujukan untuk Dubes RI untuk Kolombia, telah dilayangkan.

"Surat (untuk Dubes RI di Kolombia) sudah diluncurkan atau dikirim," kata Jasin melalui pesan singkat kepada SP, Senin (22/8).

Menurut Jasin, surat pemanggilan tersebut telah dilayangkan pada Jumat (19/8) minggu lalu. Dimana, Dubes RI untuk Kolombia tersebut akan ditanya perihal tersangka kasus suap pembangunan Wisma Atlet, M Nazaruddin.

Namun Jasin mengatakan, pertanyaan yang akan ditanyakan ke Dubes RI untuk Kolombia tersebut adalah rahasia tim penyidik. Sebab, penyidik cukup profesional dan akan menggali informasi secara maksimal.

KPK merencanakan akan memanggil Dubes RI untuk Kolombia, Michael Menufandu terkait barang bukti milik tersangka kasus suap Wisma Atlet, Nazaruddin.

"Kita akan lakukan pemanggilan secepatnya. Suratnya sudah ada," kata Wakil Ketua KPK Bidang Pencegahan, M Jasin di gedung KPK, Jakarta, Jumat (19/8).

Sebab, lanjut Jasin, berdasarkan pengakuan Nazaruddin flash disk dalam tas hitam kecil yang kini disita KPK lebih dari satu. Sehingga, perlu ditanyakan kebenaranya ke Dubes RI Untuk Kolombia. Karena, sempat dititipkan Nazaruddin pada dia. Sebelum akhirnya di segel oleh kedutaan.

"Nazaruddin ditangkap oleh Interpol. Kemudian tas kecil Nazaruddin dititipkan ke Dubes bukan interpol," ungkap Jasin.

Sementara itu, flashdisk yang ditemukan di dalam tas hitam setelah dibuka berbeda dengan yang pernah dikatakan Nazaruddin. Jasin mengatakan flashdisk tersebut masih dianalisis.

"Flashdisk itu sedang dianalisis. Karena, semua kan kita analisis," ungkap Jasin.


Sehingga, lanjut Jasin, belum tahu apakah isi flashdisk tersebut sesuai atau cocok dengan pengakuan Nazaruddin.

Lebih lanjut Jasin mengungkapkan bahwa koper dan barang yang dibawa oleh Nazaruddin sudah dibawa pulang oleh yang bersangkutan. Setelah, diperiksa dahulu oleh penyidik di KBRI yang merupakan wilayah teritori Indonesia. (N-8)  




Kirim Komentar Anda

Silahkan login untuk memberi komentar

Hanya teks dan link yang diperbolehkan.


Komentar Untuk Artikel Ini

Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!