SP Logo
Selamat datang Tamu   |   
Minggu, 23 November 2014
BS logo

E-KTP Tidak Boleh Difoto Kopi Karena Ada Chip
Senin, 6 Mei 2013 | 17:06

Ilustrasi e-KTP. [Istimewa] Ilustrasi e-KTP. [Istimewa]

[JAKARTA] Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Gamawan Fauzi meminta semua pemegang kartu tanda penduduk (KTP) Elektronik atau Electronic KTP (E-KTP) agar tidak memfoto kopi atau menjepit  e-KTP hingga lubang.  

Alasannya dalam E-KTP tersebut ada Chip yang mampu membaca data pemiliknya. Jika sering difotokopi akan mudah rusak.

"Kalau sekadar foto copy masih tidak apa-apa. Walaupun jangan terlalu sering-sering. Nah, yang pasti jangan dijepit hingga bolong atau jangan diperlakukan seperti KTP lama. Karena memang E-KTP itu beda dengan KTP yang lama. Dalam E-KTP ada yang namanya chip. Kalau dia bolong-bolong nanti chip-nya jadi rusak," kata Gamawan di kantor Kementerian Dalam Negeri (Kemdagri), Jakarta, Senin (6/5).

Ia menjelaskan sebagai pengganti foto kopi adalah dicatat nomor induk kependudukan (NIK) dan nama lengkap.

Semua instansi yang melayani penggunaan e-KTP akan dilengkapi dengan card reader atau pembaca chip. Peraturan ini dibuat agar penggunaan card reader bisa efektif.

“Apabila masih ada instansi yang memfoto kopi, menjepit  atau melakukan hal yang dapat merusak fisik e-KTP maka akan diberikan sanksi sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku,” ujarnya. [R-14]




Kirim Komentar Anda

Silahkan login untuk memberi komentar

Hanya teks dan link yang diperbolehkan.


Komentar Untuk Artikel Ini

Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!