SP Logo
Selamat datang Tamu   |   
Kamis, 23 Oktober 2014
BS logo

Faktor Cuaca, Evakuasi Korban Penembakan di Sinak Ditunda
Jumat, 22 Februari 2013 | 13:52

Usaha evakuasi korban penembakan di Sinak, Papua [istimewa] Usaha evakuasi korban penembakan di Sinak, Papua [istimewa]

[JAYAPURA] Rencana evakuasi korban penembakan yang dilakukan kelompok sipil bersenjata (di Sinak, Kabupaten Puncak, untuk hari Jumat dipastikan ditunda, karena faktor cuaca.

Sumber ANTARA di Makodam XVII Cenderawasih, Jumat siang menyatakan, saat ini helikopter yang akan melakukan evakuasi sudah kembali ke Sentani,Jayapura.

Ketujuh jenazah anggota TNI yang belum berhasil dievakuasi yakni Sertu Ramadhan, Sertu M.Udin, Sertu Frans Hera, Pratu Mustofa, Pratu Ebi Juliana, Praka Jojon Wihardjo, dan Praka Wemprit Tamahihu, serta empat warga sipil yang tewas masing-masing Yohanis palimbong, Markus Cavin, Uly, dan Rudy.

Sedangkan yang kritis adalah Yohanis Jhoni.

"Helikopter yang akan melakukan evakuasi saat ini sudah kembali ke Sentani," ungkap sumber tersebut seraya menambahkan, evakuasi akan dilakukan Sabtu (23/2).

Sebelumnya, Jumat pagi, helikopter jenis MI 17 milik Penerbad TNI-AD ditembak kelompok sipil bersenjata saat terbang menuju Sinak yang jaraknya sekitar 28 km dari Mulia atau sekitar 10 menit penerbangan hingga mengakibatkan tiga awaknya mengalami cidera.

Akibat penembakan itu kaca depan sebelah kanan mengalami kerusakan hingga perlu diganti.

Pada Kamis (21/2), kelompok sipil bersenjata melakukan penyerangan dan penembakan di dua lokasi berbeda yakni di Sinak, Kabupaten Puncak dan di Tingginambut, Kabupaten Puncak Jaya.

Penyerangan itu mengakibatkan 12 orang tewas, yang delapan di antaranya anggota TNI dan empat warga sipil serta dua orang lainnya mengalami luka-luka.

Saat ini evakuasi baru dapat dilakukan terhadap jenazah Pratu Wahyu Wibowo dan Lettu Inf Reza yang tertembak saat bertugas di Tingginambut, Kabupaten Puncak Jaya. [Ant/L-9]




Kirim Komentar Anda

Silahkan login untuk memberi komentar

Hanya teks dan link yang diperbolehkan.


Komentar Untuk Artikel Ini

Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!