SP Logo
Selamat datang Tamu   |   
Kamis, 23 Oktober 2014
BS logo

Februari, Konverter Kit untuk Mobil Pribadi Dijual
Selasa, 10 Januari 2012 | 14:01

Ilustrasi bahan bakar gas [google] Ilustrasi bahan bakar gas [google]

[JAKARTA] Pada Februari mendatang, pemilik mobil pribadi sudah bisa memesan  konverter kit buatan PT Dirgantara Indonesia (DI) dengan kisaran harga Rp 12 juta per unitnya. Penjualan itu dilakukan demi menggalakkan konsumsi bahan bakar gas (BBG) untuk mengurangi konsumsi bahan bakar minyak (BBM).

"Kita mulai jual konverter kit bulan depan. Kalau ada yang mau silahkan. Itu buatnya tidak susah," ucap Wakil Menteri ESDM Widjajono Partowidagdo di Istana Negara, Jakarta, Selasa (10/1).

Jelas dia, pemilik mobil pribadi nantinya tidak usah jauh-jauh ke Bandung untuk membeli konverter kit, mengingat PT DI akan menyalurkannya di Jakarta. "Pesan seminggu, tidak perlu ke Bandung tapi alatnya dibikin di Bandung," tambahnya.

Terkait harga, menurut Widjajono, jika pesanan terhadap konverter kit sudah banyak, maka dengan sendirinya harga produk itu akan turun. "Harga 12 juta karena pesanan baru 200 ribu, tapi kalau pesanannya 1 juta maka harganya bisa Rp 9 juta," tukas dia.

Lebih lanjut, dia pun mengatakan, seiring dengan pembatasan konsumsi BBM bersubsidi pada 1 April 2012 di mana mobil pribadi di wilayah Jakarta dan Bali harus beralih ke Pertamax dengan harga per liternya sekitar Rp 8000an, maka animo masyarakat terhadap konverter kit akan tinggi. PT DI sendiri, menurutnya juga akan siap menerima pesanan dari masyarakat.

"Saya yakin dalam waktu cepat, kalau harga BBM naik (beralih ke Pertamax, Red) jadi Rp 8.500 per liter maka orang pasti pindah. Itu keuntungan kenapa kita naiknya sekaligus, jadi orang langsung  pindah. Seperti minyak tanah dulu harganya mahal tapi kalau dibikin elpiji, mereka pindah smua. Jadi, kalau kita naikin (Premium, Red) ke Rp 6.000 mereka tidak akan pindah karena harga LGV (Liquid Gas for Vehicles, Red) Rp 5.600 per liter," jelasnya.

Widjajono meyakini, pemakaian konverter kit buatan PT DI itu aman. Konverter kit sendiri, sambungnya sudah digunakan oleh 22 juta mobil di seluruh dunia. Dirinya pun mengungkapkan, sebagai seorang insinyur dia sangat percaya dengan mesin produksi PT DI itu. "Kalau saya insinyur dan sangat percaya PT DI. Mereka punya alat uji material dan itu yang namanya konverter kit bukan kayak besi saja, itu seperti benang diumpel-umpel jadi, seperti plastik disusun-susun. Jadi, kalau itu (konverter, Red) bocor tidak akan meledak. Kalau dulu memang meledak, tapi sekarang tidak," imbuhnya yang pada Kamis (12/1) esok akan mulai memakai konverter kit di mobil dinasnya.

Di tempat yang sama, Menko Perekonomian Hatta Rajasa mengharapkan, sosialisasi akan pemakaian konverter kit bisa gencar dilakukan, sehingga pemilik mobil pribadi  yang tidak kuat untuk menggunakan Pertamax bisa beralih ke LGV.

Sebelumnya, pemerintah berencana menawarkan cicilan pembelian konverter kit yang harganya belasan juta itu kepada para pemilik mobil pribadi dengan subsidi bunga.

"Konverter kit rencananya akan ada subsidi 100% untuk kendaraan umum. Untuk mobil pribadi melalui subsidi bunga, kita akan bicarakan lagi," ucapnya.

Untuk angkutan umum, pemerintah akan membagikan konverter kit dengan cuma-cuma. Langkah ini diambil untuk menekan pemakaian BBM subsidi yang dianggarkan 40 juta kilo liter (KL) di 2012. Pemerintah melalui Kementerian ESDM, lanjut Hatta, juga telah melakukan diversifikasi bahan bakar, mulai dari BBG-LGV atau CNG (Compressed Natural Gas). Selain peningkatan energi terbarukan melalui geothermal. Tujuannya agar penggunaan energi fosil dapat ditekan secara gradual atau bertahap. [O-2]




Kirim Komentar Anda

Silahkan login untuk memberi komentar

Hanya teks dan link yang diperbolehkan.


Komentar Untuk Artikel Ini

Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!