SP Logo
Selamat datang Tamu   |   
Minggu, 21 Desember 2014
BS logo

Gas 3 Kg Langka, DPRD Kritik Pertamina
Rabu, 22 Mei 2013 | 8:37

Tabung elpiji tiga kilogram Tabung elpiji tiga kilogram

[BENGKULU] Sejumlah anggota DPRD Provinsi Bengkulu mendesak Pertamina setempat  segera mengatasi kelangkaan gas elpiji 3 kilogram, sehingga hargnya kembali stabil Rp 20.000 per tabung.  

"Kita minta Pertamina segera tingkatkan pasokan gas ke pangkalan di Bengkulu, sehingga bahan bakar ini mudah diperoleh masyarakat setiap saat dan harganya normal," kata anggota Komisi I DPRD Provinsi Bengkulu, M Sis Rahman kepada SP, di Bengkulu, Rabu (22/5).  

Ia diminta tanggapan sekaligus kritikannya terkait kelangkaan gas elpiji 3 kg di sejumlah kabupaten dan kota di Bengkulu, dalam beberapa pekan terakhir, sehingga harganya di pedagang pengecer melonjak dari Rp 5.000 per tabung dari sebelumnya Rp 20.000 per tabung.  

"Kasihan masyarakat kecil kalau persedian gas elpiji di Bengkulu mengalami kelangkaan, dan harga mahal, sehingga mereka kesulitan untuk mendapatkan bahan bakar tersebut. Sedangkan untuk beralih ke minyak tanah semakin sulit mendapatkannya di daerah ini," ujarnya.  

Untuk itu, DPRD Provinsi Bengkulu, mengharapkan Pertamina meningkatkan pasokan gas ke semua pangkalan di daerah ini, sehingga persediannya kembali stabil dan harganya normal.  

Mardi (32), salah seorang pisang goreng di Jalan Semangka, Kota Bengkulu mengatakan, untuk mendapatkan gas 3 kg di daerah ini semakin sulit. Alasanya, persedian gas di pangkalan habis karena pasokan dari Pertamina setempat terbatas.  

Sedangkan permintaan gas 3 kg di Bengkulu tetap tinggi, sehingga dalam tempo singkat stok bahan bakar ini pangkalan habis.

"Saya mendapatkan gas 3 kg setelah mendatangi empat pangkalan di Kota Bengkulu dengan harga Rp 25.000 per tabung," ujarnya.  
Ia berharap kelangkaan gas di Kota Bengkulu segera diatasi, sehingga masyarakat tidak kesulitan mendapatkan bahan bakar bersih.

"Terus terang Mas, kalau kelangkaan gas elpiji di Bengkulu berlanjut, kami tidak bisa menjual goreng pisang karena tidak ada bahan bakar," ujarnya.  

Sebab, untuk menggunakan bahan bakar minyak tanah jelas tidak sanggup karena harganya mahal Rp 12.000 per liter, serta mendapatkan sulit di Kota Bengkulu.

"Jadi, kita benar-benar berharap kelangkaan gas di Bengkulu dapat diatasi pemerintah setempat," ujarnya.[143]




Kirim Komentar Anda

Silahkan login untuk memberi komentar

Hanya teks dan link yang diperbolehkan.


Komentar Untuk Artikel Ini

Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!