SP Logo
Selamat datang Tamu   |   
Sabtu, 1 November 2014
BS logo

Gas Bersubsidi 3 kg di Sumsel untuk Hotel dan Industri
Kamis, 2 Mei 2013 | 15:39

Gas bersubsidi 3 kg [google] Gas bersubsidi 3 kg [google]

[PALEMBANG] Kelangkaan gas elpiji bersubsidi 3 kg yang dikeluhkan warga  ternyata bukan karena ketiadaan pasokan dari Pertamina. Dari temuan  BUMN tersebut terungkap bahwa di Palembang dan sekitarnya kini banyak  industri bahkan hotel dan restoran yang menggunakan gas tabung berwarna  hijau buah melon tersebut.

Roberth MV, Asisten Manager External Relation Pertamina Fuel Retail  Marketing Regional (FRMR)II Sumatera bagian Selatan (Sumbagsel), Kamis  (2/5) mengatakan, “Saat masyarakat kesulitan mendapatkan gas bersubsidi  3 kg, Pertamina selalu dituding sebagai penyebab kelangkaan tersebut. Padahal kami menemukan banyak gas bersubsidi 3 kg digunakan di hotel,  restoran dan industri.”

Menurut Roberth masalah tersebut sudah disampaikan dalam pertemuan antara  Komisi II DPRD Kota Palembang dengan Pertamina (FRMR) II Sumatera  bagian Selatan (Sumbagsel).

General Manager PT Pertamina FRMR II Fariz Aziz menjelaskan,tahun 2013  alokasi elpiji 3 kg untuk Sumsel berjumlah 133.000 tabung. Jumlah  tersebut berkurang 2.000 tabung dibanding tahun 2012 sebanyak 135.000  tabung. “Jumlah itu kami yakini cukup untuk masyarakat yang tidak mampu  di Sumsel. Jadi kelangkaan tidak akan terjadi jika gas tersebut  digunakan masyarakat umum yang tidak mampu. Faktanya, industri, hotel,  dan restoran juga menggunakan gas tabung 3 kg,” katanya.

Menurut Robert merespons keluhan masyarakat akan kelangkaan gas tabung  3 kg, Pertamina  sudah berinisiatif melakukan penambahan distribusi  atau operasi pasar.

“Kami juga sudah melakukan penyelidikan. Hasilnya, ada distributor yang  memasok gas elpiji bersubsidi tersebut ke industri, hotel, dan restoran.  Untuk mengetahui dari distributor mana asal gas tersebut dapat diketehaui  dari plastik kuning yang tertempel di tabung gas. Dari situ diketahui  tempat dari mana gas tersebut berasal,” tambah Robert.

Terhadap distributor nakal tersebut menurut Fariz Aziz, “Pertamina tindakan  atau pembinaan berupa peringatan dan alokasi gas elpiji 3 kg. Namun Pertamina tidak bisa menindak hotel, restoran, dan industri yang menggunakan elpiji 3 kg. Pertamina tidak memiliki kekuasaan untuk melakukan penindakan terhadap pelaku bisnis. Kami minta pemerintah kota juga ikut mengawasi terhadap penggunaan gas elpiji 3 kg.”

Khusus di Palembang menurut Asisten Manager External Relation Pertamina  FRMR II, Pemerintah Kota Palembang membentuk tim sosialisasi untuk hotel,  restoran atau kafe dan industri yang menggunakan gas elpiji bersubsidi 3 kg.[133]




Kirim Komentar Anda

Silahkan login untuk memberi komentar

Hanya teks dan link yang diperbolehkan.


Komentar Untuk Artikel Ini

Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!