SP Logo
Selamat datang Tamu   |   
Jumat, 19 Desember 2014
BS logo

Grand Final Miss World 2013 Dilaksanakan di Bali
Selasa, 10 September 2013 | 7:00

Konteks Miss World di Bali. [news.destination-asia.com] Konteks Miss World di Bali. [news.destination-asia.com]

[DENPASAR] Bali merasa terhormat dengan keputusan permerintah pusat yang melarang Grand Final Miss World 2013 digelar di Jakarta dan Bogor.

Gubernur Bali, Made Mangku Pastika di Denpasar, Senin (9/9), mengatakan,  Bali siap menjadi tempat final  Miss World jika dibutuhkan.

"Yang namanya Bali, kita siap saja. Bali sebagai destinasi harus selalu siap," kata Gubernur Made Mangku Pastika.

Pastika mengaku, dirinya sudah berkomunikasi dengan Kapolda Bali Irjen Pol Arif Wachyunandi  bahwa grand final Miss World dipindahkan ke Bali.

"Saya dan Kapolda sudah berkomunikasi dan dia menyatakan siap. Saya yakin aparat kepolisian sudah mengantisipasi," imbuhnya.

Mantan Kapolda Bali ini  meminta masyarakat Bali untuk siap sebagai tempat final Miss World karena kontes Miss World bisa menjadi promosi gratis bagi pariwisata Bali. Bagi Bali, kontes miss world adalah berkah.

"Dengan kegiatan ini, Bali tidak perlu lagi promosi ke mana-mana. Peserta dari 130 negara dan ditonton 2 miliar orang, ini promosi gratis bagi kita. Bali merasa terhormat," ujarnya.

Sebelumnya dalam acara pembukaan Gubernur Pastikan menyampaikan rasa bangga karena penyelenggaraan kontes Miss World 2013 memilih tempat di Bali.   

"Dengan diselenggarakan 'Miss World' ini akan mengantarkan Indonesia dan khususnya Bali ke kancah dunia internasional," ujarnya di sela-sela pembukaan kontes "Miss World" 2013 di Nusa Dua, Kabupaten Badung, Minggu (8/9) malam.  

Ia menilai, kegiatan ini  merupakan ajang untuk mempromosikan Indonesia dari segi pariwisata dan budayanya. Dengan demikian, pihaknya mengajak masyarakat untuk menyukseskan kegiatan itu.  

"Mari kita bersama-sama sukseskan ajang kegiatan dunia ini," ujar Pastika  

Sebelumnya, peserta Miss World yang terdiri dari 130 kontestan tampil dengan balutan busana andalan mereka masing-masing.   

Ajang ini diliput oleh 168 negara dan diperkirakan ditonton oleh sekitar 2 miliar pemirsa. Di Pulau Dewata, perempuan cantik dari hampir seluruh penjuru dunia itu akan dikarantina dan diperkenalkan berbagai budaya Indonesia, seperti tari-tarian, pakaian tradisional, makanan, hingga mengunjungi sejumlah objek wisata.[137]  




Kirim Komentar Anda

Silahkan login untuk memberi komentar

Hanya teks dan link yang diperbolehkan.


Komentar Untuk Artikel Ini

Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!