SP Logo
Selamat datang Tamu   |   
Kamis, 2 Oktober 2014
BS logo

95 Balita Meninggal Akibat Busung Lapar

Gubernur Papua Barat Kesal Atas Pemberitaan Media
Rabu, 3 April 2013 | 19:11

Anak-anak di Papua, masih banyak yang mengalami kekurangan gizi dan menderita busung lapar [google] Anak-anak di Papua, masih banyak yang mengalami kekurangan gizi dan menderita busung lapar [google]

[JAYAPURA] Korban tewas akibat busung lapar dan wabah penyakit yang melanda Distrik Kwoor, Kabupaten Tambrauw, Papua Barat masih simpang siur.  

Ini ditegaskan  Gubernur Provinsi Papua Barat, Abraham Octovianus Atururi. Bahkan ia mengklaim   hanya  empat orang yang meninggal dunia.

Gubernur Papua Barat ini juga meminta agar media tidak membesar-besarkan kematian warga di Distrik Kwoor, Kabupaten Tambrauw-Papua Barat kepada publik.

“Saya ini gubernur, yang baru pimpin rapat, dan saya sudah tanya kepala dinas dan hanya ada empat orang yang meninggal. Jadi jangan dibesar-besarkan itu. Jadi sebenarnya hanya empat orang saja,” katanya kepada wartawan usai   pertemuan di Polda Papua, Rabu (3/4) siang.

Disinggung soal penyebab kematian 4  warga di Distrik Kwoor,  Gubernur mengatakan, mereka meninggal biasa.

”Ya,  kalau mati jangan dibilang mati. Mati ya katakan mati, kalau sudah mati ya sudah. Jumlahnya saja yang tidak sebesar itu, tapi memang ada kasus itu,” ujarnya  dengan nada kesal.

Sementara itu, Kapolres Sorong, AKBP Zulfan ketika dikonfirmasi mengakui korban tewas akibat musibah di Distrik Kwoor, Kabupaten Tambrauw kurang dari 10 orang.

”Informasi yang kami terima, mereka meninggal karena kekurangan gizi dan yang meninggal tidak lebih dari 10, tidak seperti yang diberitakan di media sebanyak 95 orang. Polisi sudah mengecek ke lokasi dan Pemda juga sudah mengakui adanya kasus tersebut,” katanya.

Saat ini, kata Kapolres, pihak kepolisian bekerja sama dengan Pemda telah memberikan bantuan-bantuan kepada masyarakat di Tambrauw.

“Kalau dari Sorong memakan waktu 6 jam menggunakan jalur darat, apalagi Kwoor merupakan wilayah yang cukup sulit dijangkau. Namun belum ada rencana permintaan bantuan dari Polda, sebab dari Polres dan Pemda masih bisa mengatasi persoalan ini,” ujarnya.

Gubernur lupa akan nilai kemanusiaan, karena berapa pun jumlah yang meninggal, mereka semua adalah manusia yang harus diperhatikan.  [154]




Kirim Komentar Anda

Silahkan login untuk memberi komentar

Hanya teks dan link yang diperbolehkan.


Komentar Untuk Artikel Ini

Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!