SP Logo
Selamat datang Tamu   |   
Minggu, 25 Juni 2017
BS logo

H-6, Ribuan Pemudik Tinggalkan Bengkulu
Senin, 19 Juni 2017 | 12:57

Ilustrasi jalur mudik [beritasatu] Ilustrasi jalur mudik [beritasatu]

[BENGKULU] Sekitar 2.500 orang pemudik pada H-6 Idul Fitri 1438 Hijriyah berangkat dari Bengkulu menuju ke berbagai kota Jawa dan Sumatera, Senin (19/6). Mereka yang berangkat meninggalkan Bengkulu mayoritas menggunakan bus angkutan umum. Sedangkan sisanya menggunakan kendaraan pribadi dan pesawat udara. Diperkirakan arus mudik di Bengkulu, akan terus meningkat hingga H-1 Idul Fitri mendatang.

Dari pantuan SP di terminal bus dan loket pemberangkatan bus AKAP di Bengkulu, Senin (19/6), terlihat sejak pukul 07.00 WIB, sudah terlihat rama pemudik yang akan berangkat ke sejumlah kota di Jawa dan Sumatera pada H-6 lebaran. Sebagian besar pemudik yang berangkat dari Bengkulu, Senin pagi tujuan ke sejumlah kota di Jawa, di antaranya Solo, Bandung, Yogyakarta, Kediri, Banjar Negara, dan beberapa kota lainnya di Pulau Jawa.

Hal ini dilakukan agar besok pagi pemudik sudah tiba di kampung halamannya masing-masing. Selain itu, bus berangkat pagi dari Bengkulu, untuk menghindari kemacetan di perjalanan, terutama di penyeberangan Bakauheni, Lampung. Sedangkan penumpang mudik lebaran tujuan ke beberapa kota di Sumatera mayoritas berangkat dari Bengkulu, pada pukul 13.00 WIB ke atas. Sebab, jarak tempuh dari Bengkulu ke beberapa kota di Jawa masih dibawah 10 jam kecuali tujuan Medan dan Banda Aceh diatas 10 jam.

"Bus kita yang berangkat pada H-6 Idul Fitri tujuan ke sejumlah kota Pulau Jawa, sudah penuh dan berangkat agak pagi dari biasa untuk menghindari kemacetan di perjalanan," kata Riskan, salah seorang operator bus jurusan Pulau Jawa.

Sementara itu, arus kendaraan mudik lebaran yang melintas di jalan lintas barat (Jalinbar) Bengkulu dari Pulau Jawa tujuan ke sejumlah kota di Sumatera pada H-6 masih terlihat sepi. Pantuan SP di jalinbar Bengkulu, di Kecamatan Pondok Kelapa, Bengkulu Tengah, Senin pagi, terlihat kendaraan pemudik baik bus umum maupun kendaraan pribadi yang melintasi jalur ini masih sepi.

Kebanyakan kendaraan yang melintas di jalinbar ruas Bengkulu- Padang, Sumbar hanya kendaraan kecil yang membawa angkutan barang dan kendaraan pribadi masyarakat setempat. Sedangkan bus angkutam lebaran dan kendaraan pemudik nyaris belum terlihat sama sekali. Di perkirakan kendaraan pemudik yang memadati jalinar baik ruas Bengkulu- Padang maupun Bengkulu-Lampung pada H-4 lebaran mendatang, karena sebagian pegawai sudah tidak masuk kerja lagi alias libur.
"Meski angkutan mudik lebaran sudah dimulai Minggu (18/6), tapi arus kendaraan pemudik yang melintas di jalinbar Bengkulu, masih sepi, karena pegawai dan karyawan swasta masih aktif masuk kantor," kata Sumadi (45), salah seorang petugas LLAJR di terminal Pondok Kelapa.

Arus Mudik Jambi

Arus mudik dari Kota Jambi ke berbagai kota di Sumatera dan Pulau Jawa mulai meningkat. Pantauan SP di terminal bus Alambarajo, Kota Jambi, pada H – 7 Lebaran, Minggu, seluruh bus yang berangkat meninggalkan Kota Jambi dipenuhi penumpang. Bus PO Putra Remaja tujuan Solo dan Yogyakarta, Jawa Tengah yang berangkat dari terminal Alambarajo, Minggu siang penuh. Penumpang bus PO Famili Raya tujuan Padang, Sumatera Barat yang berangkat dari terminal Kota Jambi itu juga penuh.

Selain itu, kepadatan arus mudik Lebaran di Jalan Lintas Timur (Jalintim) Sumatera wilayah Kota Jambi juga meningkat. Bus penumpang dan kendaraan pribadi yang melintas di Jalan Lingkar Barat, salah satu ruas Jalintim Sumatera di Kota Jambi cukup padat. Baik bus dan kendaraan pribadi yang menuju Sumatera Selatan dan Pulau Jawa maupun menuju Sumatera Barat, Riau dan Sumatera Utara.

Kepala Dinas Perhubungan Kota Jambi, Saleh Ridho mengatakan, kepadatan arus mudik lebaran di Kota Jambi mulai nampak sejak Sabtu (17/6). Arus mudik di kota itu meningkat Minggu. Namun puncak arus mudik di kota itu diperkirakan terjadi H–3 hingga H–2 Lebaran pada Kamis (22/6) dan Jumat (23/6) saat libur bersama. “Kepadatan arus mudik lebaran di Kota Jambi mulai nampak sejak Sabtu (17/5) dan Minggu. Tetapi perkiraan kami, puncak arus mudik lebaran di Kota Jambi diperkirakan terjadi padaH–3 dan H–2 Lebaran,”katanya.

Sementara itu Jalan lintas sumatera (Jalinsum) di Kota Tebing Tinggi, Serdang Bedagai (Sergaj) dan Deli Serdang, Sumatera Utara (Sumut), terlihat masih sepi dari arus mudik. Pantauan SP dari Minggu sampai Senin pagi, arus lalulintas di jalinsum di tiga kawasan jalan itu terlihat masih lancar. Kendati demikian, tidak sedikit kendaraan pribadi dan angkutan umum yang melintas.

"Setiap tahun, kawasan jalinsum ini biasanya padat di H-3 sampai H-1 lebaran. Terkadang kita mau terjebak kemacetan sampai dua jam," ujar sopir angkutan kota dalam provinsi, Arifin Sinaga (45).

Ia mengatakan, arus lalulintas di kawasan jalinsum terkadang lumpuh total. Kondisi ini biasanya terjadi bila ada kecelakaan di jalan. "Jika terjadi kecelakaan maka jarak tempuh yang biasanya dilalui 2 jam bisa menjadi empat jam. Kalau sekarang ini, situasi jalanan masih sangat lancar," sambung sopir lainnya, Budi (43).

Sementara itu, arus kedatangan masyarakat yang melakukan mudik melalui jasa penerbangan di Bandara Kualanamu Internasional Airport (KNIA), mulai ramai. Untuk mengantisipasi kejahatan di seputaran bandara itu, pihak kepolisian bersama dengan TNI maupun petugas perhubungan, melakukan pengamanan ekstra ketat di bandara tersebut. [141/143/155]




Kirim Komentar Anda


Pasang iklan disini via B1 Ads