SP Logo
Selamat datang Tamu   |   
Sabtu, 1 November 2014
BS logo

Hadapi Tuntutan, Bahasyim Cukur Kumis
Rabu, 2 Februari 2011 | 16:59

Bahasyim Assifie [google] Bahasyim Assifie [google]

[JAKARTA] Ada yang beda dari penampilan terdakwa kasus gratifikasi dan pencucian uang Bahasyim Assifie. Menghadapi vonis Majelis Hakim di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan, Bahasyim terlihat lebih muda. Ternyata Bahasyim mencukur habis kumis lebatnya. Sehingga, sedikit terlihat berbeda saat memasuki ruang sidang utama di PN Jakarta Selatan, Rabu (2/2). 

 Seperti diketahui, Penuntut Umum (PU) menuntut terdakwa Bahasyim Assifie 15 tahun penjara dan denda Rp 500 juta subsider enam bulan kurungan, dalam sidang yang berlangsung di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan, Senin (17/1).  

Bahasyim dinyatakan, terbukti melakukan kejahatan seperti diatur dalam Pasal 3 ayat 1 huruf a UU No.15/2002 yang telah diubah menjadi UU No.25/2003 tentang Pencucian Uang. Sebagaimana, terdapat dalam dakwaan pertama primer. 

 "Karena dakwaan kedua primer telah terbukti, maka dakwaan kedua subsider yaitu melanggar Pasal 3 ayat 1 huruf B UU Tindak Pidana Pencucian Uang dan Pasal 3 ayat 1 huruf  UU Tindak pidana pencucian uang tidak perlu dibuktikan," kata Jaksa Fachrizal, Senin (17/1).  

Bahasyim dinyatakan telah terbukti menyalahgunakan jabatannya dan mengalihkan uangnya dengan total Rp 60.840.000.000 dan 681.487 Dolar Amerika ke tujuh rekening atas nama Istrinya, Sri Purwanti dan dua anaknya, yakni Winda Arum Sari dan Riyanti Irianti. Dan tidak dapat menunjukkan asal usul harta dan menimbulkan kecurigaan harta tersebut didapat dari cara tidak wajar.  

Selain itu, PU juga mengatakan Bahasyim tersebukti menerima hadiah atau gratifikasi dan melanggar Pasal 11 UU No.20/2001 yang merupakan perubahan UU No.30/1999 tentang Tindak Pidana Korupsi. Berupa, menerima uang Rp 1 miliar dari Kartini Mulyadi.   Bahasyim Assifie, eks PNS  Direktorat Jenderal Pajak adalah terdakwa kasus pencucian uang dan korupsi senilai Rp 64 miliar, dan pemerasan Rp 1 miliar ke salah seorang wajib pajak.  

Sebelumnya, 30 September lalu, jaksa mendakwa Bahasyim dengan dua dakwaan. Pertama, Bahasyim didakwa melakukan penyalahgunaan wewenangnya sebagai Kepala Kantor Pemeriksaan dan Penyidikan Pajak Jakarta Tujuh. Ia diduga meminta uang Rp 1 miliar kepada wajib pajak bernama Kartini Mulyadi, salah satu Komisaris PT Tempo Scan.

 Kemudian, dalam dakwaan kedua Bahasyim disebut melakukan pencucian uang dengan modus memindahkan harta Rp 932 miliarnya ke dalam beberapa rekening miliknya, istri, dan anak-anaknya. Uang tersebut diduga merupakan hasil dari tindak pidana korupsi yang dilakukan Bahasyim. [NOV/L-9]  




Kirim Komentar Anda

Silahkan login untuk memberi komentar

Hanya teks dan link yang diperbolehkan.


Komentar Untuk Artikel Ini

Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!