SP Logo
Selamat datang Tamu   |   
Sabtu, 29 November 2014
BS logo

ICW: Potensi Kerugian Negara Rp 561,41 Miliar dari PAM JAYA
Selasa, 31 Januari 2012 | 15:45

Ilustrasi air [pos kota] Ilustrasi air [pos kota]

[JAKARTA] Indonesia Corruption Watch (ICW) melaporkan dugaan praktek penyimpangan dalam proses rebasing (penetapan harga air dan target teknis untuk periode lima tahunan) antara PAM JAYA dengan mitra swastanya yang diduga adalah Palyja dan Aetra. Sehingga, diduga telah merugikan negara sebesar Rp 561,41 miliar.

Koordinator divisi investigasi ICW, Agus Sunaryanto mengungkapkan praktek penyimpangan diduga dilakukan dengan cara melonggarkan target. Sehingga menguntungkan pihak swasta.

"Pengurangan target tersebut terjadi pada target volume air yang terjual dan tingkat kebocoran. Pada volume air terjual, volumenya dikurangi sementara untuk tingkat kebocoran persentasenya dinaikkan," kata Agus saat ditemui di kantor KPK, Jakarta, Selasa (31/1).

Oleh karena itu, ICW mendesak supaya KPK bekerjasama dengan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) untuk menelusuri indikasi penyimpangan dalam kerjasama yang terjadi antara PT. PAM JAYA dengan Mitra Swastanya.

Selain itu, ICW juga meminta supaya KPK menelusuri dugaan pertambahan harta beberapa orang pejabat PT PAM JAYA yang tergabung dalam tim rebasing tersebut. Di mana, diduga memperoleh keuntungan-keuntungan pribadi dengan cara bersedia menyetujui penetapan-penetapan harga dan target yang merugikan pelanggan maupun pemerintah. (N-8)




Kirim Komentar Anda

Silahkan login untuk memberi komentar

Hanya teks dan link yang diperbolehkan.


Komentar Untuk Artikel Ini

Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!