SP Logo
Selamat datang Tamu   |   
Rabu, 29 Maret 2017
BS logo

Imigran AS Gelar Mogok Nasional Gerakan 'Hari Tanpa Imigran'
U-5 | Jumat, 17 Februari 2017 | 11:53

Demonstran berkonvoi untuk menolak kebijakan imigrasi Presiden AS Donald Trump di Chicago, Kamis (16/2).[AP] Demonstran berkonvoi untuk menolak kebijakan imigrasi Presiden AS Donald Trump di Chicago, Kamis (16/2).[AP]

[WASHINGTON] Ribuan imigran menggelar aksi mogok kerja nasional di sejumlah kota Amerika Serikat (AS), Kamis (16/2). Aksi ini didukung ribuan perusahaan konstruksi, restoran, dan sejumlah bisnis yang mendukung gerakan “Hari Tanpa Imigran” sebagai bentuk penegasan kontribusi imigran kepada perekonomian dan budaya AS.

Para imigran di Washington DC, Philadelphia, Austin, Texas, dan kota-kota besar AS lain berencana untuk tinggal di rumah, tidak bekerja atau sekolah. Aksi ini merupakan bagian dari mogok nasional. Demonstran juga merencanakan aksi konvoi ke Gedung Putih pada siang hari.

Gerakan ini merespons kebijakan imigrasi Presiden Trump, yang menutup perbatasan AS dengan Meksiko. Bahkan Trump juga mengeluarkan larangan perjalanan bagi warga negara dari tujuh negara mayoritas Muslim.

Menurut Pusat Riset Pew, pekerja ilegal tanpa dokumen resmi mencapai jumlah sekitar 9% dari karyawan sektor industri hotel dan restoran pada tahun 2014. Sekitar 11 juta orang tinggal di AS secara ilegal, dan sebagian besar dari mereka adalah etnis Latin.

Beberapa pebisnis menutup operasi selama satu hari. Ada pula pebisnis yang tetap buka beroperasi namun berjanji untuk menyumbang sebagian keuntungan pada hari itu untuk komunitas warga Latin.

Koki dan pengusaha José Andrés mengatakan ajakan gerakan “Hari Tanpa Imigran” merupakan keputusan yang sangat mudah. Dia tinggal menutup restorannya China Chilcano di Washington, DC. Andres ingin mendukung karyawannya yang telah berencana untuk tidak bekerja pada Kamis.

Andres adalah imigran asal Spanyol yang menjadi koki selebriti dan memiliki jaraingan restoran. Dukungan Andres terhadap gerakan “Hari Tanpa Imigran” menjadi pendorong momentum di Washington karena dia memiliki lebih dari 460.000 pengikut di jejaring Twitter.

Tindakan serupa juga dilakukan Koki Rick Bayless, yang terkenal dengan restoran masakan Meksiko. Dia bahkan menutup empat restorannya di Chicago untuk sehari penuh sebagai rasa hormat untuk pekerjanya.

Protes satu hari ini terjadi setelah petugas Imigrasi dan Bea Cukai menahan beberapa 680 orang dalam penggerebekan di seluruh AS, pada minggu lalu. NPR melaporkan, Departemen Keamanan Dalam Negeri AS telah menyerukan rencana penggerebekan secara rutin dan akan menargetkan orang-orang yang dicurigai terlibat pidana.

“Kami semua yang tidak memiliki dokumen resmi hidup dalam ketakutan dideportasi,” kata Marvin Gomez, warga keturunan Honduras yang telah 10 tahun bekerja sebagai pekerja konstruksi secara ilegal.

Meskipun demikian, Gomez mengaku membayar pajak, dan mengirimkan uang untuk ibunya di kampung halaman. “Satu kelompok dari kami, berjumlah 10 atau 12 pekerja, sepakat untuk tidak pergi bekerja hari ini. Aksi ini adalah sesuatu yang kita semua harus lakukan. Para bos dapat memecat kami, tetapi itu bukan masalah,” tambahnya.[usatoday/NPR/AFP/U-5]




Kirim Komentar Anda


Pasang iklan disini via B1 Ads