SP Logo
Selamat datang Tamu   |   
Senin, 22 Desember 2014
BS logo

Imparsial: Kekuatan Armada TNI AL Memprihatinkan
Rabu, 5 Oktober 2011 | 15:28

Ilustrasi [google] Ilustrasi [google]

Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Imparsial menilai, kekuatan armada TNI Angkatan Laut (AL) sangat memprihatinkan, meski usia TNI   menginjak 66 Tahun pada 5 Oktober 2011.  

Direktur Program Imparsial, Al Araf dalam jumpa pers "Menyikapi HUT TNI Ke-66" di Jakarta, baru-baru ini mengatakan, dengan luas teritorial laut 7,9 juta kilometer persegi, Indonesia hanya memiliki 148 unit kapal perang (KRI). “Itu pun 50 persennya berusia di atas 20 tahun, bahkan ada yang mencapai 60 tahun,” katanya.  

Dengan kekuatan seperti itu, kata dia, maritim Indonesia hanya mampu meng-cover 30 persen teritorial laut. Hal itu berdasarkan data yang diperoleh dari TNI. Untuk mencakup seluruh wilayah laut Indonesia, TNI AL harus memiliki minimal 300 unit KRI dalam kondisi baru dan baik.  

Selain itu, lanjut Al Araf, infrastruktur TNI AL di wilayah perbatasan laut Indonesia masih minim. Al Araf, yang baru saja melakukan pengamatan langsung di Pulau Sebatik, Kalimantan Timur, mengatakan bahwa radar Pangkalan TNI AL (Lanal) sudah tidak bisa digunakan.

"Baru saja dua hari yang lalu, saya dari Pulau Sebatik. Saya lihat sendiri, radar Pangkalan Angkatan Laut di sana sudah tidak aktif selama sembilan bulan. Padahal radar tersebut masih tergolong baru dan hibah dari Amerika Serikat," tutur pria lulusan Manajemen Pertahanan ITB ini.  

Direktur Eksekutif Imparsial, Poengky Indarti mengatakan, kekuatan maritim Indonesia perlu dibangun, karena sebagai garda terdepan dalam menjaga kedaulatan tanah air, TNI belum mencapai upaya maksimal. "Hal ini terbukti dengan lemahnya alat utama sistem persenjataan (alutsista) untuk mencegah dan menanggulangi pelanggaran-pelanggaran kedaulatan maritim Indonesia, serta sengketa maritim dengan negara-negara tetangga," katanya.

Menurut dia, dalam perjalanannya selama 66 Tahun, TNI sebagai tentara yang pernah menjadi kekuatan pertahanan yang diperhitungkan di kawasan Asia, sepertinya sibuk dengan urusan-urusan di luar pertahanan, dan lebih konsentrasi dalam mempengaruhi politik negara, khususnya di masa Orde Baru.  

Oleh karena itu, sudah saatnya negara secara serius membangun kekuatan maritim TNI guna mempertahankan kedaulatan maritim Indonesia. "Upaya-upaya diplomasi yang dilakukan oleh Indonesia dalam menyelesaikan sengketa perbatasan, tidak akan berarti tanpa kehadiran kekuatan riil TNI dalam menjaga wilayah Indonesia. Kehadiran TNI dengan armada alutsista modern dapat mendukung upaya mencapainya kemenangan diplomasi Indonesia," kata Poengky. [154/070/W-12]




Kirim Komentar Anda

Silahkan login untuk memberi komentar

Hanya teks dan link yang diperbolehkan.


Komentar Untuk Artikel Ini

Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!