SP Logo
Selamat datang Tamu   |   
Rabu, 26 November 2014
BS logo

Indonesia “Teduhkan” Ketegangan UEA-Iran
Senin, 30 Januari 2012 | 16:33

Marzuki Alie [google] Marzuki Alie [google]

[PALEMBANG] Pimpinan DPR RI sebagai tuan rumah mampu meneduhkan ketegangan yang sempat terjadi antara delegasi Parlemen Uni Emirat Arab (UEA) dan Iran, saat acara Pembukaan Konferensi Parlemen Negara-Negara Anggota Organisasi Kerja Sama Islam (Parliamentary Union of OIC Member States/PUIC) ke-7, di Palembang, Sumatera Selatan, Senin (30/1).  

Ketua DPR RI  Marzuki Alie dan Ketua Badan Kerja Sama Parlemen (BKSAP) DPR RI, Hidayat Nurwahid, berhasil meredam amarah delegasi UEA yang terpicu akibat pidato Presiden Pertama PUIC, Hojjatul Islam Ali Akbar Nateq Nouri yang berasal dari Iran.  

Delegasi UEA yang melakukan aksi walk out (keluar) setelah mendengar pidato Nouri, akhirnya bersedia kembali ke ruangan konferensi di Ball Room Hotel Arya Duta, Palembang, setelah berdialog dengan Marzuki dan Hidayat.  

Kedua pimpinan DPR tersebut, mampu meyakinkan delegasi UEA bahwa ada kesalahpahaman dalam penyampaian pidato Nouri yang tidak sejalan dengan kesepakatan dalam Konferensi PUIC ke-7.  

Hal itu, bukan disengaja oleh Indonesia sebagai tuan rumah dan merupakan pernyataan pribadi Nouri.  

“Kita bisa meyakinkan agar delegasi UEA kembali mengikuti konferensi. Mereka akhirnya memahami bahwa ada kesalahpahaman. Namun mereka meminta Indonesia untuk menegaskan tentang batasan yang harus dijaga sesama anggota PUIC agar tidak saling menyinggung sistem dan kebijakan politik di negara masing-masing,” kata Hidayat, seusai acara pembukaan Konferensi PUIC ke-7, yang diresmikan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.  

Dia menambahkan, pendekatan juga disampaikan Marzuki selaku Presiden PUIC ke-7 kepada delegasi Iran, sehingga situasi kembali kondusif dan delegasi dari kedua negara kembali duduk bersama mengikuti acara pembukaan konferensi itu hingga selesai.  

“Pak Marzuki mampu menjalankan fungsinya sebagai Presiden PUIC untuk merangkul dan mempersatukan para anggota yang berasal dari berbagai negara dengan berbagai garis politik. Kita bisa lihat, delegasi UEA dan Iran bisa kembali mengikuti acara sampai selesai,” ujar Hidayat. [133/J-9]




Kirim Komentar Anda

Silahkan login untuk memberi komentar

Hanya teks dan link yang diperbolehkan.


Komentar Untuk Artikel Ini

Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!