SP Logo
Selamat datang Tamu   |   
Senin, 22 Desember 2014
BS logo

Informasi Geospasial Dasar Hindari Tumpang Tindih Peta
Selasa, 16 April 2013 | 12:50

Ilustrasi informasi geospasial dasar [google] Ilustrasi informasi geospasial dasar [google]

[JAKARTA] Pemerintah daerah diingatkan untuk menggunakan informasi geospasial dasar dalam pembuatan peta tematik untuk menghindari tumpang tindih peta menyangkut batas wilayah dan lahan.

Kepala Badan Informasi Geospasial Asep Karsidi mengatakan aspek ruang kebumian berupa informasi geospasial tidak bisa diabaikan di tengah hadirnya perkembangan teknologi. Hampir 90 persen kegiatan yang menyangkut pembangunan wajib menggunakan informasi geospasial sebagai bahan jurukan dan 60 persen proses pengambilan keputusan pun mengacu pada informasi geospasial dasar tersebut.

"Saat ini terjadi perubahan paradigma untuk proses pembangunan. Semula menggunakan data statistik sekarang tidak cukup. Dibutuhkan aspek keruangan di tengah perkembangan teknologi yang begitu cepat," katanya di sela Rapat Koordinasi Daerah Informasi Geospasial 2013 di Jakarta, Selasa (16/4).

Lahirnya UU No 4 Tahun 2011 Tentang Informasi Geospasial lanjutnya menjadi terminologi baru, sehingga informasi geospasial penting untuk proses pembangunan nasional.

"BIG membangun informasi geospasial dasar, daerah bertanggungjawab menyusun data tematik berupa informasi geospasial tematik yang bisa dipertanggungjawabkan," ucapnya.

Kebijakan one map one policy mengamanatkan semua informasi geospasial bersumber pada peta BIG, peta bersumber pada informasi geospasial. Misalnya saja garis pantai dan pembuatan perizinan harus mengambil acuan dari geospasial dasar bukan dari sumber lain.

Dalam rakorda yang dihadiri 600 peserta dari 33 provinsi tersebut hadir pula Menteri Riset dan Teknologi (menristek) Gusti Muhammad Hatta. Menurut menristek, dalam pematangan pemanfaatan informasi geospasial dasar dibutuhkan sumber daya manusia (tenaga ahli), standarisasi pengamanan data dan standar pemanfaatan teknologi.

"Tidak semua provinsi punya jurusan geografi untuk membangunnya, perlu memanfaatkan sumber yang terbatas. Daerah yang punya studi geografi membantu kabupaten-kabupaten yang perlu dibantu," ujarnya. [R-15]




Kirim Komentar Anda

Silahkan login untuk memberi komentar

Hanya teks dan link yang diperbolehkan.


Komentar Untuk Artikel Ini

Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!