SP Logo
Selamat datang Tamu   |   
Jumat, 31 Oktober 2014
BS logo

Irman Gusman Ajak Generasi Muda Jaga Kearifan Budaya Bangsa
Senin, 13 Mei 2013 | 5:52

Ketua DPD, Irman Gusman. [Dok. SP] Ketua DPD, Irman Gusman. [Dok. SP]

[JAKARTA] Kearifan budaya lokal bangsa Indonesia wajib terus dilestarikan sebagai ketahanan nasional. Hal ini dinilai perlu karena banyaknya gempuran budaya asing atau impor yang belakangan ini seolah menyerang Tanah Air, sehingga generasi muda seakan melupakan akar budayanya sendiri.      

Hal itu disampaikan Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Irman Gusman usai menyaksikan pertunjukkan budaya Teater Padusi di Taman Ismail Marzuki (TIM), Sabtu (11/5) malam, yang juga didampingi oleh anggota DPD lainnya.      

Irman mengapresiasi dan mendorong kegiatan pagelaran drama tari yang berasal dari daerah Sumatra Barat tersebut. Ia salut akan kreativitas tarian tradisional yang dikemas dengan baik secara modern tanpa meninggalkan wujud keasliannya, sehingga dapat dipentaskan secara baik di Ibukota Jakarta.      

“Pertunjukkan teater Padusi sangat luar biasa. Ini terlihat dari banyaknya animo masyarakat yang masih peduli terhadap kebudayaan daerah kita sendiri, apalagi pertunjukkan ini selalu penuh dan disambut dengan antusias para penonton, termasuk juga dihadiri oleh para duta besar negara sahabat,” ucapnya kepada SP.      

Menurutnya, koreografer pertunjukan teater Padusi, Tom Ibnur, telah mengangkat dan menyajikan tradisi drama tari yang sangat baik sekali.

Cerita ini menunjukkan bahwa kuatnya peranan kaum perempuan di Sumatra Barat. Sosok wanita yang kokoh dan tidak mau dipoligami serta menjunjung tinggi akan kesetiaan dalam rumah tangga.      

Oleh karena itu, ketahanan budaya nasional sangat diperlukan saat ini dalam menghadapi banyaknya budaya asing yang masuk ke dalam Tanah Air, sehingga generasi muda tidak mudah terpengaruh dan goyah dalam berprinsip. Maka pemerintah bersama masyarakat perlu menjaga, melestarikan dan mengangkat budaya sendiri yang sebenarnya layak untuk dijual.      

“Apalagi acara ini sebagian besar dananya berasal dari swasta dengan adanya pihak sponsor dan sebagian lagi dari pemerintah daerah. Oleh karena itu, Kemdikbud harus mendorong dan mengangkat terus budaya-budaya lokal yang merupakan bagian dari budaya bangsa kita,” tuturnya.      

Dengan demikian, lanjut Gusman, akan menumbuhkan orang-orang yang bergerak dibidang seni atau seniman-seniman baru, sehingga kehidupan tersebut dapat dibiayai dari hasil seni itu sendiri.      

Gusman menambahkan, pertunjukkan teater Padusi seolah menjadi sebuah pertemuan antara para tokoh, budayawan, pengusaha dan individu yang memiliki kepedulian terhadap seni budaya Indonesia.

Pertemuan ini diharapkan dapat menjadi sebuah momentum akan kegiatan budaya yang lebih besar dan berkesinambungan.      

“Saya berharap keunggulan budaya Minang ini dapat memberikan warna dan sumbangan terhadapa kekayaan budaya nasional. Saya memberikan apresiasi terhadap berbagai usaha pelestarian dan pengembangan sosial budaya yang sudah dilakukan di Indonesia khususnya Yayasan Bunda dan DayaLima yang telah melakukan kegiatan pengembangan sosial dan budaya khususnya di Sumatra Barat,” ungkap tokoh masyarakat Sumatra Barat itu.       

Ia berharap inisiatif dan dukungan tersebut dapat terus berjalan sehingga kekayaan budaya lokal lainnya, seperti Jawa, Sumatra, Sulawesi, dan lainnya dapat terus digali dan dikembangkan menjadi kearifan budaya bangsa. [H-15]




Kirim Komentar Anda

Silahkan login untuk memberi komentar

Hanya teks dan link yang diperbolehkan.


Komentar Untuk Artikel Ini

Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!